STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp423,20 miliar (Rp20,55 per saham), naik 16,5% dari Rp363,31 miliar (Rp17,69 per saham).
Dalam laporan keuangan KIJA per Desember 2025, dikutip Senin (02/3/2026), terungkap penjualan dan pendapatan jasa meningkat sebesar 11,96% dari Rp4,60 triliun pada 2024 menjadi Rp5,15 triliun pada 2025.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan dan pendapatan jasa juga naik 18,6% dari Rp2,63 triliun menjadi Rp3,12 triliun. Meski begitu, laba bruto KIJA tetap tumbuh sekitar 3,05% dari Rp1,97 triliun pada 2024 menjadi Rp2,03 triliun pada 2025.
Setelah dikurangi sejumlah beban, KIJA mampu mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp961,53 miliar hingga akhir tahun 2025, naik 17,10% dari Rp821,11 miliar pada 2024. Adapun laba neto tahun berjalan mencapai Rp857,12 miliar. Angka ini naik 11,3% dari dari Rp770,06 miliar pada 2024.
Sementara itu, total ekuitas KIJA naik 8,10% dari Rp7,53 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp8,14 triliun per 31 Desember 2025. Total liabilitas meningkat 6,80% dari Rp6,47 triliun menjadi Rp6,91 triliun per 31 Desember 2025. Adapun total aset KIJA naik 7,42% dari Rp14,01 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp15,05 triliun per 31 Desember 2026.
