Kobexindo Tractors Rugi Rp36,29 Miliar per September 2024, Ini Penyebabnya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) gagal membukukan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2024. Jika pada periode yang sama tahun 2023 KOBX mampu membukukan laba bersih...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) gagal membukukan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2024. Jika pada periode yang sama tahun 2023 KOBX mampu membukukan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,15 miliar (Rp1,82 per saham), kondisi itu kini berbalik. KOBX mencatat rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp36,29 miliar (Rp15,97 per saham) per September 2024.
Rugi tahun berjalan KOBX ini, seperti tergambar dalam laporan keuangan di laman BEI, dikutip Senin (04/11/2024), terutama disebabkan oleh peningkatan beban keuangan di tengah pertumbuhan pendapatan Perseroan per September 2024.
Sepanjang periode Januari-September 2024, pendapatan bersih emiten di bidang penjualan dan distribusi kendaraan berat ini tercatat sebesar Rp1,559 triliun. Hasil ini naik 5,41% dibandingkan pendapatan bersih KOBX sebesar Rp1,479 triliun per September 2023.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun