EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut 37%

EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut 37%
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatat perbaikan kinerja operasional dan keuangan sepanjang semester I-2026. Meski pendapatan turun akibat berakhirnya sejumlah kontrak tambang, perseroan berhasil meningkatkan EBITDA, memperbaiki margin usaha, serta memperkuat arus kas bebas melalui efisiensi operasional dan pengendalian biaya.


ย 


Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International Group, mengatakan, pendapatan BUMA International Group pada enam bulan pertama 2026 tercatat sebesar USD693 juta, turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


ย 


Penurunan dipicu berakhirnya kontrak di site Binungan milik Berau Coal dan site IBP milik Resource Alam Indonesia di Indonesia, serta site Burton milik Bowen Coking Coal di Australia, disertai penurunan aktivitas di beberapa lokasi operasi lainnya.


ย 


Akibat kondisi tersebut, volume pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) turun 11% secara tahunan menjadi 186 juta bank cubic meter (BCM). Sementara produksi batu bara mencapai 32 juta ton, atau turun 16%.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: