STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Andrew Phillip Starkey menambah porsi kepemilikan sahamnya di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Dewan Komisaris MDKA ini memborong ratusan ribu lembar saham perusahaan tambang emas dan tembaga tersebut.
Transaksi pembelian saham berlangsung pada 22 Januari 2026. Andrew melaporkan aksi korporasi ini secara resmi kepada pihak berwenang pada Senin, 26 Januari 2026.
Andrew membeli sebanyak 300.000 unit saham. Harga pelaksanaan pembelian dipatok pada level Rp3.078 per lembar saham.
Jika dihitung, nilai transaksi belanja saham ini mencapai Rp923,4 juta. Total nilai transaksi Andrew Starkey pada hari itu berada pada angka Rp923,4 juta.
Status kepemilikan saham Andrew Starkey bersifat kepemilikan langsung. Aksi borong ini ia lakukan murni untuk tujuan investasi tanpa skema *repurchase agreement*.
Sebelum transaksi, Andrew mengantongi 2.631.700 unit saham MDKA. Jumlah ini setara dengan porsi hak suara sebesar 0,011%.
Kini, koleksi saham Andrew meningkat menjadi 2.931.700 unit saham. Porsi hak suaranya pun ikut terkerek naik menjadi 0,012%.
Aksi borong oleh orang dalam perusahaan ini dilakukan saat harga saham MDKA sedang mengalami koreksi. Pada penutupan perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, saham MDKA berakhir melemah di level Rp3.240 per saham.
Harga saham MDKA turun Rp70 atau merosot 2,11% dibanding penutupan hari sebelumnya. Pelemahan harga ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang tergolong ramai.
Nilai transaksi saham MDKA pada hari itu menembus Rp389,89 miliar. Volume perdagangannya tercatat sebanyak 119,07 juta saham dengan frekuensi transaksi mencapai 26.478 kali. Tekanan jual terlihat dominan sepanjang sesi hingga penutupan bursa.
Andrew Starkey merupakan warga negara asing (WNA) yang menjabat sebagai salah satu petinggi MDKA. Ia memastikan seluruh informasi dalam laporan perubahan kepemilikan saham tersebut sudah akurat.
