STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terus memacu pengembangan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini menargetkan produksi emas perdana pada kuartal I 2026.
Berdasarkan Laporan Aktivitas Kuartal IV 2025, kemajuan konstruksi di Tambang Pani telah mencapai 94%. Aktivitas penambangan sendiri sudah dimulai sejak Oktober 2025. Proses penghancuran bijih (ore crushing) menyusul pada November dan penumpukan bijih (ore stacking) pada Desember 2025.
Perusahaan memutuskan meningkatkan kapasitas awal operasi heap leach menjadi 8 juta ton per tahun (Mtpa). Angka ini lebih tinggi dari rencana awal sebesar 7 Mtpa. EMAS juga tengah mengkaji peluang ekspansi kapasitas hingga 10 Mtpa setelah tahun 2026.
Selain itu, EMAS mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL). Fasilitas ini ditargetkan mulai berproduksi pada 2028 dengan kapasitas 12 Mtpa. Jadwal ini lebih cepat dari rencana semula pada 2029 dengan kapasitas awal 7,5 Mtpa.
Untuk mendukung pendanaan proyek, anak usaha EMAS telah mengamankan fasilitas kredit bergulir (RCF) senilai USD 350 juta. Pinjaman dengan tenor 60 bulan ini diperoleh dari sindikasi bank lokal dan internasional.
Hingga saat ini, EMAS telah menginvestasikan dana sekitar USD 238 juta. Investasi tersebut mencakup biaya konstruksi dan pra-produksi untuk operasi heap leach tambang terbuka.
Data terbaru menunjukkan cadangan bijih emas di Pani meningkat signifikan menjadi 190,3 juta ton. Total kandungan emas di tambang tersebut mencapai 4,8 juta ons.
Pada 2026, Tambang Pani membidik target produksi emas sebesar 100.000 hingga 115.000 ons. Target produksi ini masih menunggu persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari pemerintah.
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin menjelaskan periode ini merupakan masa transisi krusial bagi perusahaan. Proyek Pani kini mulai beralih dari tahap konstruksi menuju tahap operasional.
“Kuartal ini menandai transisi kritis bagi EMAS saat Pani berpindah dari konstruksi ke komisioning dan operasi,” ujar Boyke dalam keterangan resmi, Selasa (3/2/2026).
Boyke menegaskan prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan operasional berjalan aman. Perusahaan berkomitmen memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Fokus kami adalah mencapai emas pertama dengan aman dan memberikan produksi sesuai panduan,” tambahnya.
Dalam hal praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), EMAS mencatatkan kinerja keselamatan yang solid. Perusahaan mencapai 18,2 juta jam kerja tanpa kecelakaan kerja berakibat fatal (Lost Time Injury/LTI).
