Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
Selama semester I/2026, WEGE membukukan pendapatan sebesar Rp404,85 miliar. Dari pendapatan tersebut, perusahaan meraih laba bruto senilai Rp22,41 miliar.
Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya menyampaikan keberhasilan menurunkan liabilitas merupakan bukti strategi lean and prudent berjalan di jalur yang tepat.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan, serta menjaga struktur permodalan yang sehat dengan mempertahankan DER di bawah 1x dan rasio likuiditas tetap terjaga di atas 1x," ujar Mahendra.
Menurut Mahendra, neraca keuangan yang tangguh menjadi pondasi esensial bagi perusahaan. Hal ini bertujuan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Memasuki semester kedua, WEGE akan memperkuat program turnaround. Langkah ini dilakukan melalui percepatan penjualan aset atau monetisasi serta restrukturisasi liabilitas.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%