back to top

Kospi Terbang 5%, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau Jelang Pengumuman The Fed

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (18/3/2026). Indeks Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan di saat investor mencermati data perdagangan Jepang. Pelaku pasar juga sedang menanti keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC International, pasar memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5% hingga 3,75%. Di sisi lain, serangan terhadap infrastruktur energi Uni Emirat Arab (UEA) memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi. Kondisi ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran.

Indeks Kospi Korea Selatan ditutup melonjak lebih dari 5% ke level 5.925,03. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil naik 2,41% ke posisi 1.164,38. Perdagangan sempat dihentikan selama lima menit setelah kontrak berjangka Kospi 200 melesat 5%.

Saham raksasa teknologi Samsung Electronics melesat 7,5%. SK Hynix juga melonjak hampir 9%. Kenaikan saham Samsung tetap terjadi meski serikat pekerja menyetujui rencana aksi mogok kerja terkait perselisihan bonus.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyerukan reformasi pasar modal besar-besaran. Langkah ini bertujuan menghapus “Korea discount” dan mencapai “Korea premium”. Target utamanya adalah memperbaiki kelemahan tata kelola dan transparansi struktur pasar.

Ketua Komisi Jasa Keuangan Lee Eog-weon menyatakan pemerintah siap mengambil langkah tegas. “Pemerintah akan menggunakan volatilitas pasar saat ini sebagai kesempatan untuk mendorong reformasi yang berani dan memperkuat fundamental,” ujarnya.

Bursa Jepang juga mencatatkan kinerja positif. Indeks Nikkei 225 melonjak 2,87% ke posisi 55.239,4. Indeks Topix yang lebih luas juga naik 2,49% menjadi 3.717,41.

Penguatan ini didorong data ekspor Jepang bulan Februari yang tumbuh 4,2% secara tahunan. Angka tersebut melampaui perkiraan para ekonom yang memprediksi kenaikan 1,6%. Pada bulan sebelumnya, ekspor Jepang sempat melonjak hingga 16,8%.

Pasar saham China turut berakhir di zona hijau. Indeks CSI 300 naik 0,45% ke level 4.658,33. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga merangkak naik 0,68% pada akhir perdagangan.

Bursa Australia ikut menguat tipis. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 0,31% ke level 8.640,6. Investor tetap waspada memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Memerah, Indeks Dow Jones Anjlok 768 Poin Akibat Kekhawatiran Inflasi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Menanti Keputusan The Fed, Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir Memerah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham di kawasan Eropa ditutup...

Tunggu Pengganti Resmi, Jerome H. Powell Siap Bertahan Pimpin The Fed

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Jerome H. Powell menyatakan akan tetap...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru