Kredit Tumbuh 17,1%, Laba Bersih BCA Naik 11,7% Jadi Rp12,9 Triliun pada Kuartal I 2024
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 11,7% menjadi Rp12,9 triliun pada kuartal I 2024. Kenaikan laba bersih Perseroan ant...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 11,7% menjadi Rp12,9 triliun pada kuartal I 2024. Kenaikan laba bersih Perseroan antara lain ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 7,1% menjadi Rp19,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, ini juga didukung oleh lonjakan pendapatan selain bunga sekitar 6,8% secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi Rp6,4 triliun.
โPertumbuhan ini didukung oleh ekspansi pembiayaan yang disalurkan, perbaikan kualitas pinjaman secara konsisten, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan,โ ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (22/4/2024).
Secara keseluruhan, BCA berhasil mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan. Ini ditandai dengan pendapatan operasional BCA mencapai Rp26,2 triliun atau naik 7% YoY pada kuartal I 2024. Rasio cost to income terjaga di level 32,4%. Di samping itu, seiring dengan meningkatnya kualitas aset, biaya provisi BCA turun 29,8% YoY, sehingga turut berkontribusi bagi pertumbuhan laba BCA.
Menurut Jahja, selama periode Januari-Maret 2024, BCA membukukan kenaikan total kredit sebesar 17,1% YoY hingga mencapai Rp835,7 triliun. Pertumbuhan ini melebihi rata-rata industri, menandakan kinerja yang solid di seluruh segmen.
Jahja mengatakan, optimisme konsumsi masyarakat, terutama selama periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini, memberikan dampak positif bagi penyaluran kredit BCA hingga Maret 2024. Minat kredit konsumer yang tinggi tercermin dari antusiasme pengunjung BCA Expoversary 2024, baik secara offline maupun online, yang telah mencapai lebih dari Rp30 triliun dalam total aplikasi KPR dan KKB. BCA optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun ini, sejalan dengan prospek positif perekonomian nasional.
- Mitra International (MIRA) Jual Aset Rp55 Miliar, Likuiditas dan Modal Kerja Men...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- WOMF Serap 100% Dana Obligasi Rp779,52 Miliar untuk Pembiayaan Konsumen
- IHSG Sesi I Menguat 0,57% ke 6.270,155, Saham BBCA dan UNVR Pimpin Penguatan
- WOMF Serap 100% Dana Obligasi Rp779,52 Miliar untuk Pembiayaan Konsumen
- ACES Bukukan Laba Rp390,3 Miliar pada Semester I 2026, Ekspansi AZKO Capai 276 G...
- Hasil Investasi Maximus Insurance Tertekan Volatilitas Pasar di Semester I 2026
- Mitra International (MIRA) Jual Aset Rp55 Miliar, Likuiditas dan Modal Kerja Men...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi