Kuartal I 2026, Pendapatan Teladan Prima (TLDN) Naik 6,8% Jadi Rp1,37 Triliun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan kinerja keuangan yang tetap solid pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,37 triliun pada kuartal I 202...
Di sisi operasional, jelas Wishnu, TLDN mencatat produksi tandan buah segar (TBS) inti sebesar 253.459 ton pada kuartal I/2026, atau 0,9% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 255.775 ton. Sementara itu, produksi TBS plasma mencapai 40.378 ton, meningkat 14,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 35.294 ton.
Menurut Wishnu, pada tiga bulan pertama tahun 2026, Perseroan mengolah sebanyak 346.609 ton TBS, meningkat 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 327.157 ton. Peningkatan ini didorong oleh naiknya produksi kebun plasma serta tambahan pasokan buah dari pihak ketiga.
Dari sisi kinerja pabrik, jelas Wishnu, produksi CPO mencapai 78.997 ton, naik 6,3% dibandingkan 74.340 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat ekstraksi minyak sawit (Oil Extraction Rate/OER) juga meningkat menjadi 22,79%. Produksi inti sawit tercatat sebesar 12.791 ton, naik 6,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara produksi CPKO mencapai 3.215 ton dengan tingkat ekstraksi sebesar 40,25%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2025.
Wishnu menambahkan bahwa di tengah tantangan operasional dan fluktuasi produksi pada beberapa segmen, Perseroan tetap konsisten menjaga efisiensi dan produktivitas. Hal ini didukung oleh penerapan praktik perkebunan terbaik, optimalisasi pemupukan, serta pemeliharaan infrastruktur kebun secara berkelanjutan, serta implementasi teknologi dalam kegiatan operasional.
Dia menjelaskan, pemanfaatan teknologi menjadi fokus utama TLDN meningkatkan kinerja operasional, antara lain penguatan implementasi program Teladan Productivity Technology Science (TPTS). Dengan pendekatan berbasis data, sains, dan teknologi, program ini mendukung optimalisasi pengelolaan kebun dan pabrik guna menjaga produktivitas dan konsistensi hasil produksi.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...