Stockwatch.id Versi penuh
Financial

Ditopang Trafik Tol, Laba Asosiasi Nusantara Infrastructure (META) Naik 12%

Oleh Daiz La Ode 03 Aug 2026 07:00 2 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja keuangan konsolidasi di Semester I 2026. Melalui entitas asosiasinya, PT Margautama Nusantara (MUN) Group, Perseroan membukukan kontribusi laba (share in net profit of associates) sebesar Rp55,1 miliar.

Angka kontribusi laba tersebut meningkat 12% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.  Kenaikan ini merefleksikan kontribusi positif MUN sebagai portofolio jalan tol strategis milik META.

Berdasarkan data pencapaian hingga Juni 2026, pendapatan MUN Group mencapai Rp424,1 miliar. Nilai ini tumbuh 7,3% secara year-on-year (YoY). Kenaikan pendapatan didorong oleh total volume lalu lintas yang meningkat 5,9%.

Pertumbuhan lalu lintas didukung oleh Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) Jalan Tol BSD yang naik 5,6% YoY. Selain itu, Jalan Tol Makassar juga mencatatkan pertumbuhan volume kendaraan sebesar 6,2% YoY.

Net income MUN Group terpantau tumbuh 12% secara YoY pada Semester I 2026.

Capaian ini didukung oleh peningkatan kinerja operasional serta efisiensi dari penurunan beban bunga.  Laba bersih MUN menjadi indikator penting bagi META karena menjadi basis utama penyerapan laba melalui pos equity in net earnings pada laporan keuangan konsolidasi.

“Peningkatan laba dari operasional dan Net Income MUN Group mencerminkan upaya kami dalam menjaga kualitas operasional sekaligus mengoptimalkan kinerja aset di setiap wilayah,” ujar Indah D.P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk.

Dari sisi neraca keuangan, META menunjukkan penguatan struktur permodalan.

Dibandingkan posisi tahun 2025, ekuitas Perseroan meningkat 0,2%. Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan hingga menurun 8,5%.

Indah menambahkan, Perseroan terus menjaga disiplin dalam pengelolaan keuangan.

META juga mencatat net cash spending yang lebih rendah dengan tetap memperhatikan kebutuhan pendanaan operasional bisnis.

Terkait imbal hasil kepada pemegang saham, META telah mendeklarasikan pembagian dividen sebesar Rp45,4 miliar pada April 2026. Seluruh nilai dividen tersebut telah dibayarkan pada Juni 2026.

Selain bisnis jalan tol, grup META juga mengandalkan sektor pengelolaan air bersih dan energi terbarukan.  Volume penjualan air SCTK tercatat meningkat 3,9% YoY didukung penambahan pelanggan baru di kawasan industri.

Namun, volume penjualan energi terbarukan mengalami koreksi sebesar 16,4% YoY. Penurunan ini dipicu oleh keterbatasan ketersediaan feedstock pada RPSL yang menjadi tantangan di industri sejenis.

Indah menegaskan, Perseroan akan terus mengoptimalkan seluruh portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi. “Kami akan terus menjaga kualitas layanan dan efisiensi operasional agar dapat memberikan nilai yang berkelanjutan bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Indah.


Topik terkait
saham META laba META Nusantara Infrastructure kinerja META Margautama Nusantara