Laba BCA Meroket 12,8% per September 2024, Jahja Setiaatmadja Bongkar Rahasia Suksesnya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak melonjak 12,8% YoY, mencapai Rp41,1 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2024. Presiden Direktur BCA, Jahj...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak melonjak 12,8% YoY, mencapai Rp41,1 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2024. Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengungkapkan beberapa rahasia sukses yang mendorong kenaikan ini.
Salah satu penyebab utamanya adalah lonjakan kredit pada kuartal IV 2023. "Tahun lalu, kredit di kuartal terakhir mencapai Rp31 triliun, naik sekitar 45%. Namun, bunga yang kami nikmati saat itu hanya seperempatnya karena cair di akhir tahun," jelas Jahja di Jakarta, Rabu (23/20/2024).
Di tahun 2024, BCA menikmati bunga kredit tersebut sepenuhnya sejak Januari. "Bunga dari kredit kuartal IV tahun lalu sudah kami rasakan penuh di tahun ini," tambahnya.
Selain itu, total kredit BCA tumbuh 14,5% YoY, mencapai Rp877 triliun per September 2024. Kredit korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, naik 15,9% YoY menjadi Rp395,9 triliun. Kredit komersial juga naik 11,8% YoY menjadi Rp135,3 triliun, sementara kredit UKM tumbuh 14,2% YoY hingga Rp120,1 triliun.
Di sektor konsumer, total kredit konsumer naik 13,1% YoY menjadi Rp216,5 triliun, didorong oleh pertumbuhan KPR sebesar 10,7% YoY mencapai Rp130,4 triliun dan KKB yang melonjak 17,9% YoY menjadi Rp64,1 triliun. Sementara itu, pinjaman konsumer lainnya, seperti kartu kredit, naik 15% YoY hingga Rp21,9 triliun. BCA juga berkomitmen pada pembiayaan berkelanjutan dengan penyaluran kredit yang naik 10,7% YoY hingga Rp214 triliun per September 2024, berkontribusi sebesar 24,3% dari total portofolio kredit.
- Direktur TPMA Jual 2 Juta Saham, Porsi Free Float Naik ke 29,48%
- RANS Gelar RUPSLB 10 September 2026, Bahas Apa?
- MDKA Bayar Pokok dan Bunga Obligasi Rp1,504 Triliun, Komitmen ke Investor Terpen...
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- RUPST ICON Putuskan Tak Bagikan Dividen Tahun 2025
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- WOMF Serap 100% Dana Obligasi Rp779,52 Miliar untuk Pembiayaan Konsumen
- ACES Bukukan Laba Rp390,3 Miliar pada Semester I 2026, Ekspansi AZKO Capai 276 G...
- Direktur TPMA Jual 2 Juta Saham, Porsi Free Float Naik ke 29,48%
- RANS Gelar RUPSLB 10 September 2026, Bahas Apa?
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...