spot_img

Bursa Eropa Ditutup Menguat, Saham Swiss Melonjak di Tengah Harapan Pemangkasan Tarif AS

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa berakhir di zona hijau pada perdagangan Selasa (11/11/2025) waktu setempat. Sentimen pasar menguat setelah muncul sinyal berakhirnya penutupan pemerintahan Amerika Serikat.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa ditutup naik 1,28% ke posisi 580,13, dengan seluruh sektor utama kompak menguat. Bursa di Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol juga mencatatkan kenaikan.

Di London, indeks FTSE 100 menguat 1,15% ke level 9.899,60. Indeks DAX di Jerman naik 0,53% menjadi 24.088,06, sedangkan CAC 40 di Paris meningkat 1,25% ke posisi 8.156,23. Bursa Italia juga positif dengan FTSE MIB naik 1,24% ke 44.438,88, dan IBEX 35 Spanyol menguat 1,27% ke 16.388,80.

Saham-saham Swiss menjadi pusat perhatian. Optimisme terhadap potensi kesepakatan dagang antara Swiss dan Amerika Serikat mendorong lonjakan harga saham. Richemont naik 2%, Swatch Group melesat 6%, dan Givaudan menguat 1,9%. Indeks SMI Swiss pun ditutup naik hampir 2%.

Dari sisi emiten, saham Vodafone melonjak 8,3% setelah melaporkan pendapatan sebesar 19,6 miliar euro atau sekitar US$22,7 miliar untuk paruh pertama tahun fiskal 2026. Angka ini tumbuh 7,3% dibanding periode sebelumnya. Perusahaan telekomunikasi asal Inggris itu juga mengumumkan kenaikan dividen dan menargetkan laba di batas atas proyeksi tahun fiskal, didorong pertumbuhan kuat di pasar Jerman.

Di pasar mata uang, pound sterling sempat melemah setelah data menunjukkan pertumbuhan upah Inggris melambat menjadi 4,6% pada kuartal ketiga. Namun, mata uang Inggris itu berbalik arah dan hanya turun tipis 0,17% terhadap dolar AS menjadi US$1,315. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris ikut turun di seluruh tenor, dengan yield acuan 10 tahun merosot hampir 8 basis poin ke 4,386%.

Dari Amerika Serikat, sentimen positif juga muncul setelah Senat meloloskan rancangan undang-undang untuk mendanai pemerintahan federal hingga Januari. Keputusan ini diperkirakan mengakhiri penutupan terpanjang dalam sejarah AS.

RUU tersebut disetujui dengan perbandingan suara 60-40, didukung oleh sebagian kecil senator Partai Demokrat dan hampir seluruh anggota Partai Republik. Jika disetujui Dewan Perwakilan Rakyat, rancangan ini akan dikirim ke Presiden Donald Trump untuk disahkan menjadi undang-undang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OpenAI Siap Melantai di Bursa Saham, Bakal Jadi IPO Terbesar dalam Sejarah?

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – OpenAI diam-diam mendaftarkan diri untuk...

Futures Saham AS Turun Tipis, Investor Soroti Valuasi Saham Chip dan Konflik Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Saham Chip Bangkit, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru