STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$760,18 juta (US$0,09762 per saham) pada 2025, anjlok 37,21% jika dibandingkan US$1,21 miliar (US$0,17126 per saham) pada tahun 2024.
Seperti tergambar dalam laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan, Jumat 06 Maret 2026, pendapatan bersih AADI turun 7,69% menjadi USD4,91 miliar pada 2025, dari USD5,31 miliar pada periode sama tahun 2024.
Penurunan terbesar pendapatan AADI tahun 2025 didominasi oleh penjualan ekspor batu bara kepada pihak ketiga yakni sebesar 10,05% menjadi US$3,76 miliar dibanding tahun 2024 sebesar US$4,18 miliar.
Manajemen Perseroan berhasil menekan turun beban pokok pendapatan AADI sebesar 5,32%, dari US$3,85 miliar pada 2024 menjadi US$3,64 miliar pada tahun 2025. Namun, laba kotor AADI merosot 13,93% menjadi US$1,26 miliar pada 2025, dibanding US$1,46 miliar pada tahun 2024.
Paa saat yang sama, beban usaha Perseroan turun 21,49% menjadi US$247,08 juta dari US$315,50 juta pada tahun 2024. Sementara pendapatan lain-lain anjlok 91,51%, dari US$330,77 juta pada 2024, menjadi hanya US$28,07 juta pada 2025. Akibatnya, laba usaha AADI merosot 29,6% menjadi US$1,04 miliar pada 2025, dibandingkan US$1,48 miliar pada periode sama tahun 2024.
Total aset AADI per Desember 2025 sebesar US$5,70 miliar, turun 4,77% dari US$5,99 miliar per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan, masing-masing sebesar US$2,05 miliar dan US$3,64 miliar. (konrad)
