back to top

Laba Bersih Alamtri Resources (ADRO) Anjlok 69% pada 2025, Pendapatan Turun ke USD1,87 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat penurunan tajam laba bersih sepanjang tahun buku 2025. Penurunan ini terjadi seiring turunnya pendapatan serta tidak adanya kontribusi dari operasi yang dihentikan seperti pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang dikutip Sabtu (6/3/2026), Alamtri Resources membukukan laba bersih sebesar USD489,85 juta pada 2025. Angka ini merosot 68,52% dibanding laba bersih USD1,56 miliar pada tahun 2024.

Jika dilihat dari porsi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, laba tercatat USD447,69 juta pada 2025. Angka ini jauh lebih rendah dibanding USD1,38 miliar pada 2024.

Penurunan laba terutama dipengaruhi tidak adanya kontribusi laba dari operasi yang dihentikan seperti pada tahun sebelumnya.

Pada 2024, laba dari operasi yang dihentikan mencapai USD918,65 juta. Sementara pada 2025 tidak ada kontribusi dari pos tersebut.

Dari sisi pendapatan, kinerja perusahaan juga mengalami penurunan. Pendapatan usaha Alamtri Resources sepanjang 2025 tercatat USD1,87 miliar. Angka ini turun 9,87% dibanding pendapatan USD2,08 miliar pada 2024. Pendapatan tersebut berasal dari kegiatan usaha utama grup di sektor pertambangan serta jasa pendukung pertambangan melalui berbagai entitas anak.

Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan justru meningkat menjadi USD1,24 miliar pada 2025 dari USD1,20 miliar pada 2024. Kenaikan biaya tersebut menekan laba bruto perusahaan. Laba bruto Alamtri Resources tercatat USD636,64 juta pada 2025. Angka ini turun 27,16% dibanding laba bruto USD873,99 juta pada tahun 2024.

Manajemen melakukan efisiensi operasional. Beban usaha turun menjadi USD107,15 juta pada 2025 dari USD140,36 juta pada 2024. Beban lain-lain juga menurun menjadi USD11,91 juta dibanding USD22,24 juta pada tahun sebelumnya.

Namun penurunan biaya tersebut belum mampu menahan pelemahan laba usaha. Laba usaha tercatat USD517,58 juta pada 2025, turun 27,24% dibanding USD711,40 juta pada 2024.

Dari sisi keuangan, perusahaan mencatat penghasilan keuangan sebesar USD97,53 juta, sementara biaya keuangan mencapai USD18,51 juta pada 2025. Perusahaan juga memperoleh kontribusi laba dari ventura bersama sebesar USD15,86 juta.

Dari sisi neraca, kondisi keuangan Alamtri Resources masih menunjukkan pertumbuhan aset. Total aset perseroan per 31 Desember 2025 mencapai USD6,82 miliar. Angka ini naik 1,71% dibanding posisi USD6,70 miliar pada akhir 2024. Aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar USD2,21 miliar dan aset tidak lancar USD4,61 miliar. Kas dan setara kas tercatat USD1,04 miliar pada akhir 2025. Sementara aset tetap meningkat menjadi USD2,36 miliar dibanding USD1,53 miliar pada tahun sebelumnya.

Total liabilitas Alamtri Resources tercatat USD1,81 miliar pada akhir 2025. Angka ini meningkat dibanding USD1,33 miliar pada akhir 2024. Liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar USD860,88 juta dan liabilitas jangka panjang USD952,16 juta. Peningkatan liabilitas terutama berasal dari kenaikan utang bank jangka panjang yang mencapai USD704,37 juta.

Di sisi lain, total ekuitas perseroan tercatat USD5,00 miliar per akhir 2025. Posisi ini turun dari USD5,37 miliar pada akhir 2024. Penurunan ekuitas dipengaruhi antara lain oleh pembayaran dividen serta transaksi saham treasuri sepanjang tahun buku 2025.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ketum PERBANAS Hery Gunardi Ungkap Strategi Bank Hadapi Gejolak Global, Kredit Tumbuh 9,96%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Industri perbankan Indonesia tetap menunjukkan kinerja...

Laba Suryamas Dutamakmur (SMDM) Anjlok 83,7% pada 2025, Pendapatan Turun Tajam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) mencatat...

Laba Lautan Luas Turun 18,48% pada 2025, Meski Pendapatan Naik Jadi Rp8,79 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mencatat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru