Stockwatch.id Versi penuh
Financial

Laba Bersih Astra International (ASII) Turun 19% Jadi Rp12,53 Triliun di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,53 triliun pada semester pertama tahun 2026. Perolehan ini mengalami penurunan sebesar 19% jika dibandi...

Oleh Daiz La Ode 30 Jul 2026 18:29 3 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,53 triliun pada semester pertama tahun 2026. Perolehan ini mengalami penurunan sebesar 19% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp15,52 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, laba per saham Perseroan juga menyusut menjadi Rp313. Angka ini lebih rendah 18% dibandingkan posisi Juni tahun lalu sebesar Rp383 per saham.

Penurunan laba ini dipengaruhi oleh adanya non-recurring items atau pos-pos non-rutin. Pos tersebut terutama berasal dari penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas dan penurunan nilai (impairment). Jika pos ini tidak diperhitungkan, laba bersih Grup sebenarnya hanya turun 7% menjadi Rp14,89 triliun dari Rp16,04 triliun pada 2025.

Pendapatan bersih konsolidasian ASII tercatat sebesar Rp157,91 triliun hingga akhir Juni 2026. Realisasi tersebut terkoreksi 3% dibandingkan semester pertama tahun lalu sebesar Rp162,86 triliun.

Presiden Direktur Astra, Rudy, menjelaskan penurunan kinerja secara keseluruhan dipicu kontribusi yang lebih rendah dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat. Hal ini disebabkan minimnya penjualan emas dari tambang Martabe serta penurunan kuota produksi batu bara nasional (alokasi RKAB).

"Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus menjalankan strategi korporasi yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi, dan kekuatan neraca keuangan Astra yang didukung alokasi modal disiplin," ujar Rudy dalam Press Release yang dirilis Selasa (30/7/2026).

Meskipun laba konsolidasian turun, dua pilar bisnis utama lainnya tetap tumbuh positif. Laba bersih bisnis Otomotif meningkat 9% menjadi Rp5,91 triliun berkat kontribusi kuat divisi komponen. Bisnis Jasa Keuangan juga tumbuh 6% dengan laba bersih Rp4,65 triliun.

Di sisi lain, laba bersih segmen Solusi Pertambangan & Alat Berat anjlok 46% menjadi Rp2,70 triliun. Penurunan ini dipicu merosotnya volume jasa penambangan dan pertambangan batu bara serta penjualan alat berat Komatsu yang turun 27%. Sementara itu, segmen lainnya mencetak pertumbuhan laba 31% menjadi Rp1,63 triliun didorong kinerja divisi agribisnis.

Terkait beban perusahaan, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp125,46 triliun dari Rp128,02 triliun pada 2025. Beban penjualan tercatat sebesar Rp6,62 triliun dan beban umum serta administrasi mencapai Rp11,42 triliun. ASII juga mencatatkan biaya keuangan sebesar Rp1,86 triliun.

Dari sisi neraca, kekuatan keuangan Perseroan tetap solid. Total aset Astra per 30 Juni 2026 mencapai Rp514,52 triliun. Nilai ini tumbuh tipis dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp507,37 triliun.

Adapun total liabilitas Perseroan naik menjadi Rp224,67 triliun dari Rp216,55 triliun di akhir tahun 2025. Sementara total ekuitas berada di level Rp289,84 triliun, sedikit menurun dari posisi sebelumnya Rp290,81 triliun. Nilai aset bersih per saham tercatat naik 1% menjadi Rp5.763.

Hingga Juni 2026, Grup mencatat utang bersih sebesar Rp6 triliun, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan. Angka ini berubah dari posisi kas bersih Rp7,2 triliun di akhir 2025. Perubahan ini dipicu oleh akuisisi PT Arafura Surya Alam, program pembelian kembali saham (share buyback), dan pergerakan modal kerja.

Terkait aksi korporasi, Astra dan United Tractors (UT) telah merampungkan program share buyback senilai Rp7,4 triliun per Juni 2026. Perseroan kembali mengumumkan program buyback baru dengan nilai hingga Rp8 triliun di tingkat induk dan Rp2 triliun di tingkat UT untuk 12 bulan ke depan. Langkah ini bertujuan meningkatkan total imbal hasil bagi pemegang saham.

Topik terkait
ASII Astra International Saham ASII laba bersih ASII kinerja ASII 2026