Stockwatch.id Versi penuh
Financial

Laba Bersih SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 41,7% ke Rp1,75 Triliun di Semester I-2026

Oleh Daiz La Ode 03 Aug 2026 06:49 3 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) membukukan kinerja positif pada Semester I-2026.  Bank yang sebelumnya bernama PT Bank BTPN Tbk ini mencetak laba bersih setelah pajak konsolidasi sebesar Rp1,75 triliun. Angka ini melonjak 41,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp1,23 triliun.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan per Juni 2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,40 triliun. Jumlah tersebut meningkat 40,3% dari Rp1,00 triliun pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba emiten dengan kode saham BTPN itu ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional konsolidasi yang mencapai Rp8,55 triliun, tumbuh 1,4% secara tahunan (yoy). Pendapatan bunga bersih menyumbang Rp7,52 triliun, naik 1,8% dari Rp7,39 triliun. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya tercatat sebesar Rp1,02 triliun.

Efisiensi juga menjadi faktor pendorong laba.  Biaya kredit konsolidasi turun 14,8% yoy menjadi Rp2,13 triliun. Penurunan ini terjadi berkat manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif.  Beban operasional perusahaan tercatat sebesar Rp4,76 triliun, naik tipis 3,8% dari Rp4,59 triliun.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, kinerja Semester I-2026 mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus membangun fondasi bisnis yang semakin kuat.

"Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar Perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna,” ujar Henoch dalam siaran pers dikutip Senin (3/8/2026).

Dari sisi neraca keuangan, total aset SMBC Indonesia tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp245,45 triliun per Juni 2026. Penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp185,26 triliun, tumbuh tipis 0,1% dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp185,04 triliun.

Pertumbuhan kredit didukung segmen korporasi dan komersial yang naik 12,8% yoy menjadi Rp116,51 triliun. Pembiayaan melalui layanan Jenius (di luar Digital Micro) tumbuh 9,9% yoy menjadi Rp3,69 triliun. Pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk naik 8,7% menjadi Rp11,03 triliun, sementara pembiayaan Grup OTO meningkat 5,8% menjadi Rp31,89 triliun.

Struktur pendanaan perusahaan juga semakin kuat.  Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,3% yoy menjadi Rp126,56 triliun. Saldo current account and saving account (CASA) melonjak 37,4% menjadi Rp60,05 triliun. Hal ini mendorong rasio CASA naik menjadi 47,5% dari sebelumnya 39,8%.

Indikator kualitas aset menunjukkan perbaikan dengan NPL net berada di level 0,8%, turun dari 1,6% pada tahun lalu. Namun, NPL gross naik sedikit menjadi 3,5% dari 3,2%. Rasio kecukupan modal (CAR) tetap solid di level 30,7%.

Rasio keuangan penting lainnya mencatat Margin Bunga Bersih (NIM) sebesar 6,9% dan Imbal Hasil Aset (ROA) 1,8%. Imbal Hasil Ekuitas (ROE) tercatat 6,3%. Untuk likuiditas, Loan to Funding Ratio (LFR) berada di angka 105,2%, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 235,0%.

Anak usaha Perseroan juga memberikan kontribusi positif.  BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp655 miliar, tumbuh 1,8% yoy. Grup OTO membukukan laba bersih Rp382 miliar, melonjak signifikan 251,8% yoy.

Layanan perbankan digital Jenius mencatat pertumbuhan pengguna terdaftar sebesar 4,6% menjadi 6,4 juta orang. Dana Pihak Ketiga di Jenius mencapai Rp31,6 triliun, naik 0,7% yoy. Pinjaman Jenius juga tumbuh 8,6% menjadi Rp3,8 triliun.

Dalam hal keberlanjutan, portofolio kegiatan usaha berkelanjutan SMBC Indonesia mencapai Rp18,77 triliun, naik 6,2% yoy. Total pembiayaan hijau tercatat Rp7,36 triliun, sementara pembiayaan sosial mencapai Rp11,40 triliun.

Perseroan juga terus mengoptimalkan program pemberdayaan melalui Daya. Sepanjang Semester I-2026, kegiatan literasi keuangan menjangkau 4.830 partisipan melalui seminar dan konsultasi.  Platform digital Daya.id mencatat 451.558 pengunjung dengan lebih dari 238.000 pengguna terdaftar.


Topik terkait
SMBC Indonesia saham BTPN laba bersih kinerja perbankan laporan keuangan