STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat laba bersih konsolidasian Rp4,0 triliun pada tahun buku 2025. Angka ini tumbuh 14% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Seiring kenaikan laba tersebut, perhatian investor kini tertuju pada potensi pembagian dividen tahun ini. Selama beberapa tahun terakhir, Bank Danamon dikenal konsisten membagikan dividen tunai dengan rasio pembayaran 30%–35% dari laba bersih.
Wakil Direktur Utama BDMN, Honggo Widjojo Kangmasto, menjelaskan keputusan final masih menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Pertanyaan ini tentunya tidak bisa dijawab secara eksak karena tentunya kita menunggu hasil RUPS. Yang pasti kalau kita lihat beberapa tahun terakhir, Bank Danamon konsisten dengan dividend policy sekitar 35%. Mengenai tahun ini, mohon sabar tunggu RUPS tanggal 31 Maret,” ujar Honggo dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Jika mengacu pada kisaran payout ratio historis 30%–35%, maka potensi dividen tahun buku 2025 diperkirakan berada di rentang Rp1,2 triliun hingga Rp1,4 triliun. Perhitungan ini berasal dari 30%–35% atas laba bersih Rp4,0 triliun.
Sebagai gambaran, pada tahun buku 2024 Danamon membagikan dividen Rp113,85 per saham dengan total sekitar Rp1,11 triliun. Payout ratio saat itu mencapai 31,76%.
Pada tahun buku 2023, dividen yang dibagikan sebesar Rp125,48 per saham atau sekitar Rp1,2 triliun. Rasio pembayaran mencapai sekitar 35% dari laba bersih.
Sementara untuk tahun buku 2022, Danamon membagikan dividen Rp118,26 per saham.
Data tersebut menunjukkan kebijakan dividen Danamon relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan menjaga keseimbangan antara pembagian laba kepada pemegang saham dan penguatan permodalan untuk ekspansi bisnis.
Keputusan resmi terkait besaran dividen tahun buku 2025 akan ditetapkan dalam RUPS yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026. Investor kini menanti kepastian alokasi laba yang akan dibagikan tahun ini.
