STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI pada hari ini Kamis (30/7) merilisĀ hasil kinerja keuangan hingga akhir Juni 2025. BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp26,53 triliun pada semester I 2025. Angka ini turun sekitar 11,29% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp29,9 triliun.
Laba BRI antara lain ditopang oleh pendapatan bunga bersih. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2025, BRI berhasil mencatat kenaikan pendapatan bunga bersih sekitar 2,81% dari Rp71,2 triliun menjadi Rp73,2 triliun.
Penyaluran kredit pun masih tumbuh positif. Total kredit yang disalurkan BRI per akhir Juni 2025 mencapai Rp1.416,62 triliun. Tumbuh 5,97% dibandingkan Rp1.336,78 triliun pada semester I 2024.
Porsi terbesar kredit BRI tetap didominasi oleh sektor UMKM yakni mencapai 80,32%. Hingga pertengahan tahun ini, penyaluran kredit UMKM mencapai Rp1.137,84 triliun. Naik dari Rp1.095,64 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Aset BRI juga meningkat 6,52% menjadi Rp2.106,37 triliun dibandingkan Rp1.977,37 triliun pada Juni 2024. Dana Pihak Ketiga (DPK) ikut naik 6,65% menjadi Rp1.482,12 triliun dari sebelumnya Rp1.389,66 triliun.
Namun, kualitas kredit BRI sedikit memburuk. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross naik tipis dari 3,21% menjadi 3,23%. NPL net juga meningkat dari 0,86% menjadi 0,99%.
Di sisi lain, BRI tetap mampu menjaga rasio permodalan yang kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) per Juni 2025 tercatat sebesar 25,01%, naik dari 23,97% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI per Juni 2025 berada di level 84,97%. Rasio ini dihitung secara konsolidasi dari Bank BRI dan Raya.
