STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencetak kinerja keuangan luar biasa pada tahun buku 2025. Perseroan berhasil meraup laba bersih sebesar Rp4,31 triliun. Angka ini melonjak tajam sekitar 7.695% dibandingkan laba tahun 2024 yang hanya Rp55,24 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang dirilis Kamis (26/3/2026), laba per saham dasar Perseroan juga ikut terkerek. Nilainya mencapai Rp112,00 per 1.000 saham. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai laba per saham hanya sebesar Rp2,53.
Kenaikan laba yang sangat signifikan ini ditopang oleh pendapatan lain-lain bersih yang mencapai Rp3,74 triliun. Faktor utamanya adalah pengakuan goodwill negatif hasil akuisisi entitas anak. Perseroan mencatat goodwill negatif sebesar Rp4,54 triliun dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR).
Pendapatan DEWA sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp6,39 triliun. Realisasi ini tumbuh 5,98% dibandingkan pendapatan tahun 2024 sebesar Rp6,03 triliun. Pihak berelasi menjadi kontributor utama pendapatan dengan total Rp6,11 triliun atau setara 95,49% dari seluruh pendapatan.
Secara rinci, sumber pendapatan terbesar berasal dari PT Kaltim Prima Coal sebesar Rp4,24 triliun. Diikuti oleh PT Arutmin Indonesia yang menyumbang Rp1,87 triliun. Sementara itu, pendapatan dari pihak ketiga tercatat sebesar Rp287,69 miliar.
Dari sisi efisiensi, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp5,43 triliun dari sebelumnya Rp5,59 triliun pada 2024. Penurunan beban ini mendorong laba bruto melonjak 119% menjadi Rp962,17 miliar. Pada tahun sebelumnya, laba bruto Perseroan hanya Rp439,47 miliar.
Beban umum dan administrasi DEWA tercatat sebesar Rp235,78 miliar. Sementara beban keuangan meningkat menjadi Rp258,69 miliar dari sebelumnya Rp85,15 miliar. Peningkatan beban keuangan ini seiring dengan kenaikan utang pinjaman bank jangka panjang.
Mengenai ekspansi bisnis, manajemen menjelaskan proses akuisisi dalam laporan tersebut. “Pada tanggal 21 November 2025, Perusahaan merealisasikan akuisisi 99,75% kepemilikan PT Gayo Mineral Resources (GMR) melalui PT Mahadaya Imajinasi Nusantara,” tulis manajemen DEWA.
Kekuatan neraca Perseroan juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Total aset DEWA per 31 Desember 2025 mencapai Rp16,73 triliun. Nilai ini melonjak 96,1% dibandingkan posisi aset akhir 2024 yang sebesar Rp8,53 triliun.
Lonjakan aset dipicu oleh munculnya akun aset eksplorasi dan evaluasi senilai Rp7,01 triliun. Aset tetap bersih Perseroan juga meningkat menjadi Rp4,61 triliun dari sebelumnya Rp3,42 triliun.
Di sisi lain, total liabilitas Perseroan naik menjadi Rp8,14 triliun dari Rp5,50 triliun pada 2024. Liabilitas jangka pendek tercatat Rp3,14 triliun dan liabilitas jangka panjang mencapai Rp5,01 triliun.
Ekuitas DEWA melonjak drastis menjadi Rp8,59 triliun per Desember 2025. Posisi ini jauh lebih kuat dibanding ekuitas tahun 2024 yang sebesar Rp3,04 triliun. Peningkatan ekuitas ini didorong oleh kenaikan saldo laba dan tambahan modal disetor melalui konversi utang menjadi saham.
