STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indo Tambangraya MegahTbk (ITMG) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$190,94 juta (US$0,17 per saham) pada 2025, turun 48,96% jika dibandingkan US$374,11 juta (US$0,33 per saham) pada 2024.
Penurunan laba ITMG tersebut, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan Rabu 25 Februari 2026, disebabkan oleh pendapatan bersih yang merosot 18,37% jadi US$1,88 miliar pada 2025, dari US$2,30 miliar pada 2024.
Pendapatan ITMG dari penjualan batubara ke pihak ketiga anjlok 16,10% menjadi US$1,84 miliar pada 2025, dibandingkan US$2,20 miliar pada tahun 2024.
Penurunan pendapatan disertai berkurangnya, beban pokok pendapatan (BPP) ITMG sebesar 12,85%, dari US$1,60 miliar pada 2024, menjadi US$1,39 miliar pada 2025. Akan tetapi, laba kotor ITMG anjlok 30,90% menjadi US$482,83 juta pada 2025, jika dibandingkan US$698,81 juta pada tahun 2024.
Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain-lain, emiten yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batubara beraset US$2,4 miliar per Desember 2025 itu membukukan laba sebelum pajak US$287,21 juta pada 2025, terpangkas 41,94% jika dibandingkan US$494,82 juta pada tahun 2024.
ITMG memiliki total liabilitas sebesar US$497,73 juta pada tahun 2025, naik 5,28% dari US$472,73 juta pada 2024. Ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar US$344,51 juta dan liabilitas jangka panjang US$153,21 juta. Sementara jumlah ekuitas Perseroan per Desember 2025 sebesar US$1,9 miliar. (konrad)
