STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Emiten di bidang farmasi, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBB) membukukan laba bersih sebesar Rp267,26 miliar (Rp37,69 per saham) pada 2025, tumbuh 27,59% jika dibandingkan Rp287,83 miliar (Rp29,12 per saham) pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba tersebut, menurut Laporan Keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Selasa 10 Maret 2026, didukung antara lain oleh pendapatan yang naik 12,39% menjadi Rp939,14 miliar pada 2025, dari Rp835,55 milar pada 2024.
Mayoritas pendapatan SQBB tahun 2025 berasal dari penjualan produk farmasi ke pihak ketiga lokal yakni sebesar Rp598,32 miliar. Sedangkan penjualan ke pihak berelasi ekspor menyumbang sebesar Rp340,81 miliar.
Beban pokok penjualan SQBB meningkat sebesar 3,33%, dari Rp369,13 miliar pada 2024,, menjadi Rp381,42 milar pada tahun 2025. Laba kotor Perseroan naik 19,57% menjadi Rp557,71 miliar pada 2025 dibanding Rp466,42 miliar pada 2024.
Pada saat yang sama, beban penjualan dan distribusi SQBB naik 7,13% jadi Rp134,53 miliar, dari Rp125,57 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp23,77 miliar, dari Rp22,79 miliar. Penghasilan operasi lainnya SQBB melonjak 48,43% jadi Rp33,24 miliar, dari Rp22,70 miliar. Laba usaha SQBB tumbuh 27,04% jadi Rp432,57 miliar di 2025, dari Rp340,47 miliar pada 2024.
Total aset SQBB per Desember 2025 sebesar Rp1,75 triliun, naik 25,55% dari Rp1,39 triliun per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas SQBB dalam periode sama , masing-masing Rp237,66 miliar dan Rp1,51 triliun. (konrad)
