STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp415,76 miliar pada tahun 2025. Pada periode sama tahun 2024, Perseroan menderita rugi bersih sebesar Rp1,6 triliun.
Pencapaian laba tersebut, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan, Senin 2 Maret 2026, antara lain ditunjang oleh pendapatan bersih LPCK yang melonjak 133,73% menjadi Rp4,41 triliun pada 2025, dari Rp1,89 triliun pada tahun 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan LPCK tahun 2025 adalah penjualan rumah hunian dan apartemen yakni sebesar Rp2,99 triliun. Jumlah tersebut sekitar 71,90% dari total pendapatan . Sedangkan penjualan lahan komersial dan rumah toko mengkontribusikan Rp552,81 miliar, pendapatan pengelolaan kota sebesar Rp474,48 miliar, serta penjualan tanah industri sebesar Rp349,69 miliar.
Beban pokok pendapatan LPCK ikut membengkak 175% menjadi Rp3,73 triliun pada 2025, dari Rp1,35 triliun pada 2024. Namun, laba kotor Perseroan tumbuh 28,2% menjadi Rp682,91 miliar pada 2025, dari Rp532,65 miliar pada 2024.
Selain pendapatan, lonjakan laba LPCK tahun 2025 juga ditopang oleh keberhasilan manajemen Perseroan memangkas beban lainnya hingga 98,37%, dari Rp1,78 triliun pada 2024, menjadi anya Rp28,99 miliar pada tahun 2025.
Penurunan beban lain mendorong emiten pengembang properti beraset Rp11,17 triliun per Desember 2025 itu mencatat laba usaha usaha sebesar Rp240,34 miliar pada tahun 2025. Di tahun 2024, Perseroan rugi usaha Rp1,53 triliun. (konrad)
