STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas pasar saham Asia-Pasifik ditutup melemah pada perdagangan hari terakhir tahun 2025. Investor tampaknya merespons beragam data ekonomi terbaru di tengah sesi perdagangan yang dipersingkat karena libur. Fokus utama pasar tertuju pada rilis data manufaktur China yang menunjukkan perbaikan.
Mengutip CNBC International, indeks S&P/ASX 200 di Australia turun tipis 0,03% dan berakhir di level 8.714,3. Pelemahan lebih dalam terjadi di Hong Kong. Indeks Hang Seng merosot 0,87% hingga ditutup pada posisi 25.630,54. Sementara itu, indeks CSI 300 di Tiongkok daratan terkoreksi 0,44%. Namun, indeks Shanghai Composite justru mencatatkan penguatan tipis 0,09% ke level 3.968,84.
Ekonomi China menutup tahun dengan catatan yang sedikit lebih cerah. Aktivitas pabrik di negara tersebut mengalami ekspansi pada Desember. Ini merupakan kali pertama terjadi sejak Maret lalu. Capaian tersebut melampaui ekspektasi pasar berdasarkan data resmi yang dirilis hari Rabu.
“Indeks manajer pembelian manufaktur resmi naik menjadi 50,1 pada Desember, di atas perkiraan 49,2 oleh para ekonom yang disurvei Reuters, dan lebih tinggi dari 49,2 pada November,” demikian bunyi laporan data resmi tersebut. Angka di atas 50 mengindikasikan adanya ekspansi dalam sektor manufaktur.
Sementara itu, bursa saham Jepang dan Korea Selatan tidak beroperasi hari ini karena libur. Data terakhir menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang berada di posisi 50.339,48. Indeks KOSPI Korea Selatan bertengger di level 4.214,17.
Secara global, kinerja pasar ekuitas tahun ini terbilang positif. Indeks MSCI All Country World telah melonjak lebih dari 21% sejak awal tahun. Indeks yang mengukur kinerja lebih dari 2.500 saham berkapitalisasi besar dan menengah ini bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi 1.024,29 pada 26 Desember lalu menurut data LSEG.
