Maret 2024, Provident Investasi Bersama Gelar Right Issue Senilai Rp149,99 Miliar
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) mengumumkan, pihaknya berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) atau right Issue sebanyak 9,999 miliar saham berno...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) mengumumkan, pihaknya berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) atau right Issue sebanyak 9,999 miliar saham bernominal Rp15 per unit dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) pada Maret 2024.
Jumlah penerbitan saham baruย atau right issue ini sebesar 58,4% dariย modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah right issue. Dari penawaran umum saham terbatas atau right issue di atas, perusahaan holding di bidang investasi tersebut, berpeluang mendapatkan tambahan modal Rp149,99 miliar.
HMETD dapat diperdagangkan baik di dalam maupun di luar BEI selama 10 Hari Kerja mulai tanggal 13 Maret 2024 sampai dengan 26 Maret 2024. Pencatatan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI mulai pada 13 Maret 2024. HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak akan berlaku. Saham yang ditawarkan dalam PMHMETD II ini memiliki hak sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham yang telah diterbitkan oleh Perseroan.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem