Senin, Januari 12, 2026
23.8 C
Jakarta

Maybank Sekuritas Indonesia Bicara Tentang RAPBN 2025: Ini yang Perlu Diketahui!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Maybank Sekuritas Indonesia bicara tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang disusun oleh kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maybank Sekuritas menilai, target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,2% YoY  realistis, meski lebih rendah dari target jangka panjang 7-8% yang sempat diusung saat kampanye.

Defisit anggaran sebesar 2,53% dari PDB menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal. Jeffrosenberg Chen Lim, Head of Research Maybank Sekuritas, menyebut peningkatan disiplin fiskal ini sebagai langkah positif.

Namun, penurunan target inflasi menjadi 2,5% dari 2,8% di 2024 bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi tidak akan sekuat tahun sebelumnya. Jeffrosenberg menambahkan bahwa penurunan ini menarik untuk dicermati, terutama dengan kenaikan pajak penjualan dari 11% menjadi 12% mulai Januari mendatang.

Selain itu, kenaikan target yield obligasi 10 tahun menjadi 7,1% dari 6,7% di tahun sebelumnya menunjukkan kebutuhan refinancing utang yang lebih besar di 2025. Di sisi lain, peningkatan belanja militer yang signifikan mungkin akan memperkuat posisi Indonesia di Asia-Pasifik, namun tidak terlalu produktif bagi ekonomi domestik.

APBN 2025 juga merupakan anggaran transisi yang disusun oleh kabinet Jokowi untuk pemerintahan baru di bawah Prabowo. Oleh karena itu, revisi anggaran diperkirakan akan terjadi saat kabinet baru menetapkan kebijakan lebih lanjut. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa alokasi belanja yang lebih rendah untuk beberapa kementerian mungkin hanya sementara dan bisa disesuaikan dengan rencana pemerintah baru.

Potensi penerapan pajak gula juga menjadi sorotan. Willy, analis konsumen Maybank Sekuritas, memperkirakan pajak gula dapat berdampak negatif pada industri FMCG, terutama segmen Ready-to-Drink (RTD). ULTJ dan CMRY sebagai pemain besar di pasar ini kemungkinan besar akan terkena dampak langsung, meskipun produk SIDO dan MYOR tampaknya tidak akan masuk dalam daftar pajak. Dengan target cukai lebih rendah pada 2025, yaitu Rp 244 triliun dibandingkan Rp 246 triliun di 2024, pajak cukai baru kemungkinan tidak akan terlalu besar.

Pengurangan anggaran juga terjadi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang mengalami penurunan dari Rp 14,8 triliun di 2024 menjadi Rp 7,7 triliun di 2025. Hal ini dinilai sebagai sinyal negatif bagi industri telekomunikasi. Etta, analis telekomunikasi Maybank Sekuritas, menilai pemerintah perlu memberikan kejelasan dan insentif untuk lelang 5G mendatang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengalami pemotongan anggaran sebesar 42,3% menjadi Rp 3,91 triliun dari Rp 6,78 triliun di 2024. Hasan, analis tambang Maybank Sekuritas, menyatakan bahwa ini bisa mempengaruhi proses persetujuan proyek baru dan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Dengan anggaran yang lebih kecil, ESDM mungkin menghadapi keterbatasan sumber daya yang bisa memperlambat evaluasi dan persetujuan proyek-proyek energi dan tambang baru.

Namun, kabar baik datang dari sektor kesehatan. Anggaran kesehatan meningkat sebesar 5,5% YoY, mencakup 5,5% dari total APBN 2025. Paulina, analis kesehatan Maybank Sekuritas, melihat ini sebagai sinyal positif untuk sektor kesehatan. Menurutnya, investasi berkelanjutan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung keterjangkauan, cakupan, dan pencegahan dalam layanan kesehatan.

APBN 2025 dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama dengan transisi pemerintahan. Revisi dan penyesuaian anggaran diperkirakan akan terjadi seiring jelasnya arah kebijakan pemerintahan baru.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Survei Bank Indonesia pada Desember 2025, Penjualan Eceran Tumbuh 4% Didorong Sejumlah Faktor

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa kinerja...

Konflik AS-Venezuela Memanas, OJK Minta Lembaga Keuangan Waspadai Risiko Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati ketegangan...

Menkeu Purbaya Perketat Investasi Taspen dan Asabri, Ini Kata OJK

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperketat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru