Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
Di sisi lain, tidak semua bursa di kawasan mencatatkan kenaikan. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,6% menjadi 25.852,92. Indeks Nifty 50 India melemah 0,64% ke level 24.614,90.
Indeks Taiwan Weighted juga turun tipis 0,06% menjadi 43.360,66, sedangkan indeks SET Thailand terkoreksi 0,29% ke posisi 1.617,13.
Bursa Selandia Baru justru menguat. Indeks NZX 50 naik 0,93% menjadi 13.903,46. Di Malaysia, indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI bertambah 0,4% ke level 1.732,66.
Di China, selain CSI 300, indeks Shanghai Composite naik 0,33% menjadi 3.822,285, sedangkan Shenzhen Component melonjak 3,25% ke level 13.885,711.
Adapun indeks Straits Times Index (STI) Singapura ditutup mendatar di level 5.612,25, sementara indeks SGX-CNBC China Growth turun tipis 0,05% menjadi 1.628,64.
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...