STOCKWATCH.ID (TOKYO) Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Jumat (2/2/2026). Pergerakan indeks mengekor tren negatif Wall Street yang dipicu oleh kemerosotan indeks S&P 500 dan Nasdaq pada malam sebelumnya.
Mengutip CNBC International, sentimen pasar tertekan oleh reaksi investor terhadap laporan laba perusahaan teknologi raksasa dan keputusan suku bunga Federal Reserve. Tekanan jual di sektor teknologi di Amerika Serikat (AS) merembet ke pasar saham regional.
Indeks Hang Seng di Hong Kong mencatatkan koreksi terdalam dengan anjlok 2,08% ke level 27.387,11. Pelemahan ini sejalan dengan indeks CSI 300 di China daratan yang merosot 1% ke posisi 4.706,34.
Penurunan di bursa Hong Kong turut dipicu oleh gangguan teknis pada HSBC, bank terbesar di wilayah tersebut. Sejumlah nasabah melaporkan kesulitan mengakses aplikasi perbankan seluler sepanjang hari.
Juru bicara HSBC menyebut “layanan secara bertahap kembali normal” setelah sempat terganggu. Harga saham HSBC pun berakhir melemah 0,5% di pasar Hong Kong.
Bursa Australia melalui indeks S&P/ASX 200 juga tidak bertenaga. Indeks tersebut turun 0,65% dan parkir di posisi 8.869,1. Sementara itu, bursa India melalui indeks Nifty 50 dan BSE Sensex terpangkas 0,3% pada sore hari waktu setempat.
Kinerja bursa Jepang terpantau bervariasi. Indeks Nikkei 225 turun tipis 0,1% ke level 53.322,85. Di sisi lain, indeks Topix justru berhasil merangkak naik 0,59% ke posisi 3.566,32.
Kondisi serupa terjadi di bursa Korea Selatan. Indeks Kospi menguat tipis ke level 5.224,36. Namun, indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil terjatuh 1,29% ke posisi 1.149,44.
