spot_img

Meski Dibayangi Isu MSCI, NH Korindo Yakin IHSG Tembus 9.800

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – NH Korindo Sekuritas Indonesia menetapkan rating Overweight untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Target akhir tahun bursa domestik ini tetap berada pada rentang 9.600 hingga 9.800.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Ezaridho Ibnutama, CFTe menyebut valuasi saham kapitalisasi besar (big caps) masih sangat murah. Saham-saham perbankan dalam kategori KBMI IV menjadi motor utama penggerak indeks.

Kondisi pasar saat ini sedang menghadapi tekanan dari potensi penurunan klasifikasi pasar oleh MSCI. Lembaga indeks global tersebut sedang mempertimbangkan untuk mengubah status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Jika penurunan klasifikasi ini terjadi, arus modal keluar (outflow) asing diprediksi mencapai USD 6 miliar hingga USD 9 miliar. Ketidakpastian ini sempat memicu kepanikan pasar pada akhir Januari 2026.

Ezaridho menilai skenario terburuk tersebut sulit terjadi. Pemerintah sedang aktif melakukan reformasi fiskal dan pembenahan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kami berpendapat penurunan klasifikasi pasar kecil kemungkinan terjadi. Reformasi fiskal dan upaya peningkatan transparansi bursa sedang berjalan untuk menarik modal asing,” kata Ezaridho dalam risetnya, dikutip Senin (2/2/2026).

Pemerintah berencana meningkatkan likuiditas pasar melalui sejumlah kebijakan strategis. Salah satunya adalah rencana demutualisasi dan penawaran umum perdana (IPO) BEI di bawah pengawasan Danantara.

Selain itu, batas investasi saham untuk Dana Pensiun (Dapen) dan asuransi akan ditingkatkan. Batas maksimal porsi saham naik menjadi 20% dari posisi saat ini sebesar 8%.

BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) juga berencana menaikkan alokasi sahamnya menjadi 20%. Langkah ini diperkirakan menambah aliran dana ke pasar sekitar Rp 161,03 triliun.

Kehadiran Danantara sebagai pengelola dana kedaulatan (Sovereign Wealth Fund) diharapkan menjadi insentif baru. Danantara diproyeksikan akan aktif mendorong likuiditas melalui kepemilikan saham di bursa.

“Sentimen positif berasal dari potensi kepemilikan saham oleh Danantara. Hal ini dapat mendorong peningkatan likuiditas di pasar saham Indonesia,” lanjutnya.

Meskipun MSCI menghentikan sementara perubahan indeks pada Februari 2026, optimisme tetap terjaga. Langkah BEI mewajibkan free float minimal 15% menjadi sinyal positif bagi investor global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Raffi Ahmad hingga Kaesang Pangarep, Intip Daftar Pemegang Saham RANS Entertainment Jelang IPO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perusahaan media dan hiburan milik selebritas Raffi...

Direktur REAL Sjafardamsah Serok 2 Juta Lembar Saham Perusahaan, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Sjafardamsah, salah seorang Direktur PT Repower Asia...

KPEI Gelar RUPS Tahunan 2026, Tetapkan Direksi Baru Periode 2026-2030

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru