Minggu, Januari 11, 2026
25.8 C
Jakarta

Mei 2022, Inflasi Inggris Tertinggi dalam 40 Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Inggris mencatat tingkat inflasi mencapai 9,1% secara tahun-ke-tahun (yoy) pada Mei 2022. Itu karena melonjaknya harga makanan dan energi.

Lonjakan inflasi itu terus memperdalam krisis biaya hidup negara itu. Ledakan inflasi ini pada akhirnya membuat bank sentral menaikkan suku bunga dengan harapan inflasi tidak terus menanjak.

Mengutip CNBC International, Jumat, 24 Juni 2022, kontribusi kenaikan inflasi terbesar berasal dari perumahan dan jasa rumah tangga, terutama listrik, gas, dan bahan bakar lainnya, serta transportasi (kebanyakan bahan bakar motor dan mobil bekas).

Kenaikan inflasi ke angka 9,1% dalam indeks harga konsumen sejalan dengan ekspektasi para ekonom dalam jajak pendapat dan sedikit lebih tinggi dari kenaikan 9% yang tercatat pada April.

Harga konsumen naik 0,7% bulan ke bulan di Mei, sedikit di atas ekspektasi untuk kenaikan 0,6%, tetapi jauh di bawah kenaikan bulanan 2,5% pada April. Indeks Harga Konsumen termasuk biaya perumahan pemilik penghuni (CPIH) berada di 7,9% dalam 12 bulan hingga Mei lalu, naik dari 7,8% pada April.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MIND ID dan Pertamina Sinergi Garap Hilirisasi Batu Bara demi Swasembada Energi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID...

Perkuat Cadangan Emas dan Tembaga, Amman Mineral (AMMN) Kucurkan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)...

BRMS Guyur Jutaan Dolar AS, Gencar Cari Cadangan Emas dan Tembaga Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru