Kamis, Januari 15, 2026
25.1 C
Jakarta

Mei 2022, Inflasi Inggris Tertinggi dalam 40 Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Inggris mencatat tingkat inflasi mencapai 9,1% secara tahun-ke-tahun (yoy) pada Mei 2022. Itu karena melonjaknya harga makanan dan energi.

Lonjakan inflasi itu terus memperdalam krisis biaya hidup negara itu. Ledakan inflasi ini pada akhirnya membuat bank sentral menaikkan suku bunga dengan harapan inflasi tidak terus menanjak.

Mengutip CNBC International, Jumat, 24 Juni 2022, kontribusi kenaikan inflasi terbesar berasal dari perumahan dan jasa rumah tangga, terutama listrik, gas, dan bahan bakar lainnya, serta transportasi (kebanyakan bahan bakar motor dan mobil bekas).

Kenaikan inflasi ke angka 9,1% dalam indeks harga konsumen sejalan dengan ekspektasi para ekonom dalam jajak pendapat dan sedikit lebih tinggi dari kenaikan 9% yang tercatat pada April.

Harga konsumen naik 0,7% bulan ke bulan di Mei, sedikit di atas ekspektasi untuk kenaikan 0,6%, tetapi jauh di bawah kenaikan bulanan 2,5% pada April. Indeks Harga Konsumen termasuk biaya perumahan pemilik penghuni (CPIH) berada di 7,9% dalam 12 bulan hingga Mei lalu, naik dari 7,8% pada April.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK dan Breskrim Polri Kolaborasi, Perkuat Penanganan Pengaduan pada Indonesia Anti-Scam Centre

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan...

Siasati Pasar Lesu, SIG Perkuat Kolaborasi dan Semen Hijau untuk Bidik Peluang 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kondisi overcapacity dan perlambatan pasar semen...

Kejar Target Produksi 30.5 Juta Ton, INDY Genjot Eksplorasi Batubara di Kaltim

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indika Energy Tbk (INDY) mengawali...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru