Melantai Perdana di BEI, Saham Hassana Boga Sejahtera Kena ARB

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) resmi dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (6/2/2023). Pada saat pembukaan perdagangan, saham NA...

Melantai Perdana di BEI, Saham Hassana Boga Sejahtera Kena ARB
Bacakan Artikel

Lebih lanjut Lutfiel menerangkan jika kekuatan utama NAYZ adalah produk yang 100% bahan bakunya dari Indonesia, dihasilkan petani-petani Indonesia. NAYZ mengusung konsep non- instant produk yang harus dimasak, namun dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini sangat cocok dengan budaya ibu Indonesia yang rata-rata menyukai masakan.

NAYZ memiliki beberapa produk yang dikhususkan untuk memenuhi gizi untuk para bayi di Indonesia. Beberapa produk tersebut di antaranya Nayz Bubur MPASI, Bubur Nayz Tematik, Bubur Nayz Kaleng, Nayz Cereal, Kaldu Nayz, dan Nayz Puding Susu. Produkproduk ini pun telah tersertifikasi oleh beberapa lembaga terpercaya, seperti Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Organik Indonesia, serta Halal MUI.

Produk andalan dari Perseroan adalah NAYZ, Makanan Pendamping ASI (MPASI) homemade, organik dan fortifikasi yang cocok untuk Ibu milenial di Indonesia. Berbahan dasar beras organik, diperkaya campuran sayuran hijau seperti brokoli, wortel, buncis, sebagai protein nabati dan ikan, ayam, sapi sebagai protein alami ini sebagai MPASI Pokok.

Penjualan bersih NAYZ mencapai Rp26,79 miliar per Oktober 2022, naik 28,12%, dari Rp20,91 miliar per Oktober 2021. Dari penjualan tersebut, NAYZ meraih laba di periode berjalan Rp614,70 juta per Oktober 2022, turun 67,97%, dari Rp1,92 miliar per Oktober 2021. Penurunan laba ini, disebabkan oleh kenaikan beban penjualan, beban umum dan administrasi serta beban keuangan Perseroan.

Sementara aset Perseroan turun 2,08%, dari Rp29,30 miliar pada 2021 menjadi Rp28,69 miliar per Oktober 2022. Total ekuitas naik 5,27%, dari Rp21,84 miliar pada 2021 menjadi Rp22,99 miliar per Oktober 2022. Sedangkan total liabilitas turun 23,73% menjadi Rp5,69 miliar per Oktober 2022, dari Rp7,46 miliar pada 2021.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2