Melejit Dekati 3%, IHSG Kembali di Atas 6.800
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Senin (17/2/2025) ditutup di level 6.830,882, menguat 192,422 poin atau melejit 2,90%, dari penutupan Jumat (14/2/20...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Senin (17/2/2025) ditutup di level 6.830,882, menguat 192,422 poin atau melejit 2,90%, dari penutupan Jumat (14/2/2025) di posisi 6.638,459.
Naiknya IHSG dipicu oleh menguatnya harga sejumlah saham. Hari ini harga saham 411 emiten ditutup naik dari 792 emiten yang sahamnya ditransaksikan, Senin (17/2/2025). IHSG sempat naik ke posisi tertinggi harian di 6.830,88.
Emiten yang harga sahamnya ditutup naik, antara lain, saham BBCA terangkat 3,90% jadi Rp9.325 per saham. BBRI naik 4,40% jadi Rp4.030, BMRI naik 5,85%5 jadi Rp5.425, BREN naik 14,23% jadi Rp7.025, AMMN naik 2,93% jadi Rp7.025, TLKM naik 4,74% jadi 2.650, BBNI naik 4,58% jadi Rp4.570, dan ASII naik 1,28% ke harga Rp4.740 per saham.
- IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267,88, Sebanyak 542 Saham Melemah
- Softbank Ventura Indonesia Tambah Saham NANO, Kepemilikan Tembus 10,01%
- Airlangga Hartarto: Kualitas dan Transparansi Emiten Kunci Utama Kepercayaan Inv...
- ITMG Raih Laba Bersih USD110 Juta di Semester I 2026, Naik 17%
- TBMS Buka Suara Soal Volatilitas Saham, Ini Penjelasan ke BEI
- IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267,88, Sebanyak 542 Saham Melemah
- Softbank Ventura Indonesia Tambah Saham NANO, Kepemilikan Tembus 10,01%
- Airlangga Hartarto: Kualitas dan Transparansi Emiten Kunci Utama Kepercayaan Inv...
- ITMG Raih Laba Bersih USD110 Juta di Semester I 2026, Naik 17%
- TBMS Buka Suara Soal Volatilitas Saham, Ini Penjelasan ke BEI
- Jelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Emas Dunia Kembali Bergerak Menguat
- Asuransi Bintang (ASBI) Ungkap Dugaan Penggelapan Dana dan Investasi
- Saham BNBR Kena Notasi Khusus G dari BEI, Ini Tanggapan OJK
- Profil Destry Damayanti, Kandidat Tunggal Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
- Harga Minyak Dunia Melonjak 5%, Imbas Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran