Melesat 30,8%, BCA Syariah Cetak Laba Bersih Rp153,8 Miliar pada 2023
STOCKWATCH.ID (JAKART) โ PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 30,8% menjadi Rp153,8 miliar pada 2023 ketimbang 117,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelum...
STOCKWATCH.ID (JAKART) โ PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 30,8% menjadi Rp153,8 miliar pada 2023 ketimbang 117,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba anak usaha Bank Central Asia (BCA) ini antara lain ditopang oleh kenaikan pendapatan setelah bagi hasil sekitar 14,6% menjadi Rp634,7 miliar pada 2023, dibandingkan Rp553,7 miliar diperiode yang sama tahun 2022. Selain itu, profit Perseroan didukung oleh pendapatan berbasis komisi yang bertambah 28,5% Year on Year(YoY) dari Rp 30,5 miliar menjadi Rp 39,1 miliar.
Penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp9,0 triliun, tumbuh 18,8% dari sebelumnya Rp7,58 triliun, juga ikut menopang capaian laba bersih BCA Syariah. Pada saat yang sama, Perseroan berhasil menekan biaya provisi sehingga terjadi penurunan beban kerugian penurunan nilai aset dari Rp 232,3 miliar menjadi Rp 57,8 miliar.
โBCA Syariah meraih pertumbuhan positif di tahun 2023 untuk semua indikator kinerja perusahaan,โ ujar Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, dalam keterangan pers di Jakarta (5/3/2024).
Direktur BCA Syariah Pranata, mengatakan pada 2023, total aset Perseroan mencapai Rp14,5 triliun, meningkat 14,2% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan aset ini didukung dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp10,9 triliun, melejit 15,5% YoY.
Sejumlah rasio keuangan lainnya juga menunjukkan perfoma kuat BCA Syariah pada 2023. Return on Asset (ROA) dan Return of Equity (ROE) mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, berturut-turut mencapai sebesar 1,5% dan 5,2%. Kinerja yang baik juga ditopang oleh efisiensi operasional Bank, tercermin dari BOPO yang yang berada pada posisi 78,6% atau membaik dari posisi yang sama di tahun sebelumnya.
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- IHSG Waspada Koreksi, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini
- PALM Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo pada September 2026
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Negara 11 Agustus, Incar Dana Rp10 Triliun
- OJK Terbitkan LPKSI 2025, Industri Keuangan Syariah Catat Rekor Aset Rp3.131 Tri...
- OJK: Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun, Tertinggi Sepanjang...
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- IHSG Waspada Koreksi, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Usai Terbang Tinggi, BEI Akhirnya Cabut Suspensi Saham Ini Mulai Sesi Pertama
- Harga Minyak Global Lanjutkan Tren Penguatan, Selat Hormuz Masih Terkunci Syarat...
- Wall Street Memerah, Saham Teknologi Rontok Saat Ketegangan Selat Hormuz Meningk...
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar