STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Kamis (26/2/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (27/2/2026) WIB. Investor memilih menahan diri dari pasar. Mereka menanti putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara AS dan Iran di Jenewa. Pelaku pasar berharap ada sinyal meredanya ketegangan geopolitik dari negosiasi tersebut.
Mengutip CNBC International, harga emas spot bertahan pada level USD 5.168,72 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April ditutup turun 0,6% menjadi USD 5.194,20.
Razan Hilal, Market Analyst di FOREX.com, memberikan analisanya terkait pergerakan harga emas dan perak ini.
“Emas dan perak berusaha menembus di atas level resistensi pada USD 5.200 dan USD 90 tetapi gagal mempertahankan kenaikan sejauh minggu ini, meningkatkan risiko penarikan jika kesepakatan geopolitik jangka pendek terwujud,” tulis Razan Hilal dalam sebuah catatannya.
Amerika Serikat dan Iran berpeluang mencapai kerangka kerja kesepakatan. Syaratnya, Washington harus memisahkan masalah nuklir dan non-nuklir. Seorang pejabat senior Iran menyampaikan pernyataan ini kepada Reuters.
Kedua belah pihak masih memiliki sejumlah perbedaan. Berbagai kesenjangan yang tersisa ini perlu dipersempit selama putaran ketiga pembicaraan di Jenewa.
Peter Grant, Vice President dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals, ikut menyoroti dinamika perundingan ini.
“Ada banyak ketertarikan pada bagaimana putaran ketiga pembicaraan ini akan berlangsung. Tetapi terlepas dari itu saya pikir ada cukup ketidakpastian di luar sana saat ini,” kata Peter Grant.
Emas memang tidak memberikan imbal hasil atau bunga. Namun, aset ini selalu dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman. Logam mulia ini sangat dicari selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
Grant memperkirakan harga emas masih berpotensi mendaki menuju USD 5.340,72 dan berlanjut ke USD 5.400. Ia menilai kemunduran harga dalam jangka pendek di pasar masih wajar dan mungkin terjadi.
Dari sisi perdagangan global, tarif AS untuk beberapa negara dipastikan naik. Angkanya akan melonjak menjadi 15% atau lebih tinggi dari tarif baru 10%. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyampaikan kebijakan ini pada hari Rabu lalu. Ia tidak menyebutkan nama negara mitra dagang tertentu atau memberikan rincian lebih lanjut.
Sementara itu, jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran baru sedikit meningkat minggu lalu. Tingkat pengangguran tampak stabil dan tidak berubah pada bulan Februari. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja di Amerika masih cukup kuat.
Kondisi ekonomi tersebut membuat pelaku pasar tetap pada ekspektasi awalnya. Bank sentral AS atau The Fed diproyeksikan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali pada tahun ini.
Berbeda dengan emas, harga logam mulia lainnya justru berguguran. Harga perak spot anjlok 2,5% menjadi USD 87,14 per ons troi. Harga platinum spot juga meluncur turun 2,2% ke posisi USD 2.236,37 per ons troi. Senasib, paladium ikut memerah dengan kerugian 1,9% menjadi USD 1.761,05.
