back to top
Selasa, Januari 27, 2026
25.5 C
Jakarta

Menanti Laporan Keuangan Emiten Besar, Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (26/1/2026) waktu setempat. Investor kini bersiap menyambut pekan sibuk pelaporan kinerja keuangan sejumlah emiten besar. Fokus pasar juga tertuju pada perkembangan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,20% ke posisi 609,57. Mayoritas bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau meskipun kinerja sektoral terpantau beragam. Indeks CAC 40 Perancis terkoreksi 0,15% ke level 8.131,15. FTSE MIB Italia melonjak 0,26% ke posisi 44.950,32.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,05% ke level 10.148,85. DAX Jerman tumbuh 0,13% ke posisi 24.933,08. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,78% ke level 17.680,50.

Pekan ini menandai dimulainya musim laporan keuangan di Eropa. Para pelaku pasar akan mencermati rilis angka terbaru dari ASML, Volvo, LVMH, hingga Deutsche Bank. Sentimen pasar juga dipengaruhi ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 100% terhadap Kanada jika negara tersebut menandatangani kesepakatan dagang dengan China.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan negaranya tidak berniat mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China. Kanada berkomitmen pada kesepakatan CUSMA (Perjanjian Kanada-Amerika Serikat-Meksiko). Aturan ini mewajibkan pemberitahuan terlebih dahulu sebelum menjalin hubungan dagang dengan ekonomi non-pasar.

“Kanada menghormati keterlibatan kami, komitmen kami. Kami memiliki komitmen di bawah CUSMA untuk tidak mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan ekonomi non-pasar tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kami tidak berniat melakukan hal tersebut dengan China atau dengan ekonomi non-pasar lainnya,” ujar Carney.

Di sisi korporasi, saham Danone merosot 2,13%. Produsen makanan asal Perancis ini terpaksa menarik sejumlah produk susu formula bayi secara global. Langkah ini diambil setelah ditemukannya residu racun pada produk tersebut.

Sementara itu, saham maskapai Ryanair turun 2,23% di bursa Irlandia. Perusahaan menaikkan target pertumbuhan tarif setahun penuh menjadi di atas 7% seiring kenaikan pendapatan sebesar 9%. Di sektor kedirgantaraan, saham Airbus melemah 2,03% akibat tantangan geopolitik yang semakin besar.

CEO Airbus Guillaume Faury menyebut tahun 2026 ditandai dengan jumlah krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Grup kedirgantaraan ini dijadwalkan melaporkan kinerja keuangannya pada bulan depan.

Investor global kini menantikan pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada Rabu mendatang. Bank sentral AS diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga. Wall Street akan mencari petunjuk mengenai waktu pemangkasan suku bunga oleh para pejabat The Fed.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Menanjak, Indeks Dow Jones Terkerek Lebih dari 300 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

Wall Street Bervariasi, Indeks Nasdaq Menghijau Saat Dow Jones Terperosok

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ericsson Melejit 10%, Bursa Saham Eropa Justru Parkir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru