Menanti Putusan MSCI 24 Juni, BEI Optimistis Indonesia Tetap Bertahan di Emerging Market

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis pasar modal Indonesia mampu mempertahankan status sebagai Emerging Market dalam peninjauan tahunan klasifikasi pasar oleh MSCI yan...

Menanti Putusan MSCI 24 Juni, BEI Optimistis Indonesia Tetap Bertahan di Emerging Market
Bacakan Artikel

Sebelum keputusan final tersebut, MSCI telah lebih dulu menerbitkan Global Market Accessibility Review 2026 pada 19 Juni 2026. Dalam laporan itu, MSCI mempertahankan kebijakan freeze terhadap pasar Indonesia yang telah berlangsung sejak awal 2026.

Langkah tersebut mulai mencuat sejak Januari hingga April 2026 ketika MSCI menahan perubahan bobot maupun penambahan saham Indonesia ke dalam indeks globalnya. Pembekuan dilakukan setelah MSCI menyoroti sejumlah isu terkait aksesibilitas dan transparansi pasar modal Indonesia.

Dua perhatian utama MSCI adalah transparansi data kepemilikan saham atau ownership data transparency serta indikasi perdagangan terkoordinasi yang dinilai berpotensi mengganggu proses pembentukan harga yang wajar di pasar. MSCI juga menilai masih terdapat sejumlah hambatan struktural yang membuat akses pasar Indonesia dinilai kurang kompetitif dibandingkan negara-negara Emerging Market lainnya.

Information Flow Jadi Sorotan

Dari seluruh hasil penilaian tahun ini, perhatian terbesar tertuju pada aspek Information Flow yang mengalami penurunan penilaian. MSCI menurunkan status Information Flow dari sebelumnya positif ("+") menjadi negatif ("-").

Penurunan tersebut dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, transparansi struktur kepemilikan saham dinilai masih terbatas. Kedua, muncul kekhawatiran terkait praktik perdagangan terkoordinasi yang berpotensi mengganggu proses price discovery. Ketiga, informasi perusahaan publik tidak selalu tersedia dalam Bahasa Inggris sehingga menyulitkan sebagian investor global memperoleh informasi secara cepat dan setara.

Aspek Information Flow menjadi isu sensitif karena berkaitan langsung dengan kualitas pasar, transparansi, dan perlindungan investor. Meski demikian, MSCI tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang sedang dipertimbangkan untuk diturunkan menjadi Frontier Market. Hal tersebut dipandang sebagai sinyal positif di tengah berbagai perhatian yang masih diberikan MSCI terhadap pasar Indonesia.

Mayoritas Kriteria Tetap Kuat

Secara keseluruhan, hasil penilaian aksesibilitas pasar Indonesia relatif stabil. MSCI menilai lima segmen utama Market Accessibility yang terdiri atas 18 kriteria pengukuran.

Dari total 18 kriteria tersebut, sebanyak 10 kriteria memperoleh nilai "++", yang merupakan kategori tertinggi dan mencerminkan kesesuaian dengan praktik terbaik global. Sebanyak enam kriteria memperoleh nilai "+" dan masih membutuhkan penyempurnaan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: