STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan sebanyak 992,92 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp1 per saham.
Private placement tersebut dilakukan melalui konversi utang menjadi saham mencapai Rp992,92 miliar. Private placement ini dalam rangka mengkonversi utang Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH), dan Mantra Capital Persada (MCP).
Rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau PMTHMETD ini akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) MKNT pada 16 April 2026.
Para kreditur akan melakukan injeksi tunai senilai Rp100 miliar. Injeksi modal tersebut, dilakukan oleh HBEH sebesar Rp82 miliar, dan MCP senilai Rp18 miliar. Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha Raja Udang Malingping (RUM), dan Citra Baru Steel (CBS).
Manajemen MKNT dalam dalam prospektus rencana PMTHMETD yang diumumkan, Senin 6 April 2026 mengemukakan, penerbitan saham baru tersebut bertujuan memperbaiki posisi keuangan perusahaan melalui pelunasan kewajiban utang. Tujuan private placement adalah untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan melalui pelunasan utang dan konversi utang menjadi saham.
Sementara pelaksanaan penambahan modal tersebut berpotensi menimbulkan efek dilusi kepemilikan hingga sekitar 99,41% bagi pemegang saham. Bahkan aksi korporasi tersebut juga akan mendorong perubahan pengendali perseroan.
PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH) diperkirakan akan menjadi pengendali baru Perseroan dengan porsi kepemilikan sekitar 717,20 milar saham atau 80,7%. Saham MKNT. Selain itu, PT Mantra Capital juga akan tampil sebagai pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan mencapai sekitar 165,72 miliar lembar saham atau setara dengan 18,65% dari total saham setelah PMTHMTD tersebut.
Adapun porsi kepemilikan pemegang saham lama akan terdilusi secara signifikan. PT Monjess Investama yang sebelumnya menguasai sekitar 22,63% saham akan terdilusi menjadi hanya 0,14%. PT Sun International Capital turun dari 6,25% menjadi sekitar 0,04%, dan PT KPD Simas Equity Fund dari 5,01% menjadi 0,03%. Sementara publik yang sebelumnya memiliki 66,11% akan terdilusi menjadi sekitar 0,41% setelah pelaksanaan konversi utang menjadi saham. (konrad)
