back to top

Modal Tebal! OJK Pastikan Bank RI Siap Hadapi Risiko Perubahan Iklim

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi permodalan perbankan nasional masih sangat kuat. Industri ini dinilai siap dan tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi akibat perubahan iklim.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menegaskan hal tersebut dalam forum Indonesia Climate Banking Forum (ICBF). Menurutnya, ketahanan ini tercermin dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang terjaga di atas aturan regulator.

Dian menjelaskan, posisi modal yang tebal membuat bank leluasa menyerap risiko. Sektor perbankan kini berada di posisi yang tepat untuk mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

“Sistem keuangan yang tangguh merupakan fondasi utama untuk memastikan stabilitas jangka panjang, pertumbuhan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dian di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Pandangan serupa disampaikan oleh Pemerintah Inggris. UK Minister for the Indo-Pacific, Seema Malhotra menilai tantangan risiko iklim membutuhkan respons bersama. Bank, regulator, dan investor harus bergerak satu arah.

Seema menekankan, ketahanan sistem keuangan bukan hanya soal menahan risiko. Lebih dari itu, ada peluang ekonomi hijau yang besar di baliknya.

“Bank, regulator, dan investor sama-sama terpapar terhadap guncangan terkait iklim. Kami percaya bahwa risiko iklim dapat diubah menjadi peluang iklim melalui kerja sama yang erat,” ujar Seema.

Rilis Dua Jurus Baru

Selain diskusi strategis, OJK juga meluncurkan dua panduan penting bagi industri. Pertama, Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA).

Kerangka ini disusun bersama Pemerintah Australia dan Prospera. Tujuannya untuk mengukur dampak risiko iklim terhadap ketahanan bank di masa depan secara sains.

Kedua, OJK merilis Indonesia Banking Sustainability Maturity Report 2025 (SMART). Laporan ini berisi penilaian tingkat kematangan bank dalam menerapkan keuangan berkelanjutan.

Nantinya, dokumen SMART ini akan menjadi rujukan pengawasan. OJK ingin memastikan agenda transisi energi berjalan terstruktur dan terukur.

Ke depan, forum ICBF rencananya akan digelar secara berkala. Wadah ini menjadi tempat koordinasi antara pemerintah dan pelaku industri untuk membangun kepercayaan pasar terhadap pembiayaan iklim.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ekonomi Hijau Makin Serius! OJK dan Inggris Bikin Tim Khusus Pembiayaan Iklim

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong...

Prabowo Saksikan Kemitraan Danantara–Arm, Indonesia Targetkan Kuasai 96% Teknologi Desain Chip Global

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan...

Realisasi Pembiayaan APBN 2026 Capai Rp105 Triliun, Baru Sekitar 15% dari Target

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah memastikan pelaksanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru