back to top

MSCI Tunggu Progres Hingga Mei 2026, Siap Menilai Ulang Status Aksesibilitas Pasar Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – MSCI terus mendorong peningkatan transparansi di pasar modal Indonesia. Jika progres untuk mencapai peningkatan transparansi yang diperlukan tidak tercapai hingga Mei 2026, MSCI akan menilai ulang status aksesibilitas pasar Indonesia.

Dengan mempertimbangkan konsultasi pasar, hal ini dapat berujung pada dua hal penting, yaitu penurunan bobot dalam MSCI Emerging Markets Indexes untuk Indonesia, dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market menjadi Frontier Market.

MSCI pada Selasa (27/1/2026) mengumumkan akan menerapkan perlakuan sementara untuk pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review (termasuk indeks review Februari 2026).

Tampaknya terdapat tiga pokok penting terkait pembekuan ini. Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS). Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

MSCI menjelaskan bahwa perlakuan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability), sembari memberi waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

Sebelumnya, MSCI pada Oktober 2025 mengumumkan tengah meminta masukan kepada para pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan oleh KSEI sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham emiten Indonesia, dikutip dari Stockbit Sekuritas.

MSCI menyebut bahwa berdasarkan hasil konsultasi dengan para pelaku pasar, para investor menyoroti permasalahan fundamental terkait investability di pasar Indonesia masih dapat berlanjut akibat kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham serta kekhawatiran atas kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.

Untuk mengatasi sebagian kekhawatiran tersebut, MSCI menjelaskan bahwa pasar Indonesia memerlukan informasi struktur kepemilikan saham yang lebih rinci dan reliable — termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan yang tinggi — guna mendukung penilaian free float dan investability yang kuat.

MSCI mengatakan akan terus memantau perkembangan pasar Indonesia dan berinteraksi dengan pelaku pasar serta otoritas terkait, termasuk OJK dan BEI. MSCI akan mengomunikasikan langkah lanjutan jika diperlukan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ashmore Management (AMOR) Akhiri Buyback Saham Lebih Dini di BEI, Mengapa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajamen  PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR)  mengumumkan,...

BEI Jawab Kekhawatiran MSCI, Komitmen Perkuat Transparansi dan Kredibilitas Pasar Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bereaksi...

IHSG Sesi I Ambruk 7,34% ke 8.321,218, Saham TLKM, BUMI, DEWA, RAJA dan AMMN Anjlok Lebih dari 10%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru