STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Mulai hari ini, Kamis 22 Januari 2026, PT United Tractors Tbk (UNTR) melakukan pembelian kembali (buyback) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun biaya pembelian kembali saham Perseroan sebanyak-banyaknya Rp2 triliun, termasuk biaya pedagang perantara dan biaya lainnya. Dana pembelian kembali saham (buyback) tersebut berasal dari kas Perseroan.
Seperti tergambar dalam prospektus rencana pembelian kembali saham yang disampaikan Manajemen Perseroan, Kamis 22 Januari 2026, pelaksanaan pembelian kembali buyback saham UNTR dilakukan selama tiga bulan, terhitung sejak tanggal 22 Januari 2026 sampai dengan tanggal 15 April 2026.
Pembelian Kembali Saham akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023. Terkait aksi korporasi ini, Perseroan akan menunjuk salah satu perusahaan sekuritas untuk mengeksekusi buyback.
Pelaksanaan pembelian kembali saham merupakan salah satu bentuk usaha Perseroan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keyakinan terhadap pasar modal Indonesia. Selain itu, pelaksanaan Pembelian Kembali Saham juga diambil sebagai upaya untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham Perseroan serta mencerminkan kondisi fundamental Perseroan.
Manajemen UNTR berkeyakinan bahwa pelaksanaan Pembelian Kembali Saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan Perseroan. Pasalnya, Perseroan saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai Pembelian Kembali Saham dan membiayai kegiatan usaha Perseroan.
Di Bursa Efek Indonesia, harga saham UNTR ditutup turun 14,93% menjadi Rp27.200 per unit pada perdagangan, Rabu 21 Januari 2026. Dalam periode sepekan, saham UNTR turun sebesar 13,65%. Jika dibandingkan antara harga 18 Desember 2025 sebesar Rp28.975 terhadap harga penutupan kemarin, maka saham emiten alat berat Grup Astra tersebut telah turun sebesar 6,12% . (konrad)
