STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,51 triliun (Rp170,84 per saham) pada 2025. Angka ini naik 12,22% dibanding laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,91 triliun (Rp152,27 per saham) pada 2024.
Dalam laporan keuangan ISAT yang diumumkan Senin (09/2/2026), terungkap total pendapatan bersih Perseroan tumbuh sebesar 1,13% dari Rp55,89 triliun pada 2024 menjadi Rp56,52 triliun pada 2025.
Pendapatan ISAT ini berasal dari seluler sebesar Rp47,36 triliun, naik dari Rp47,04 triliun. Pendapatan dari muldimedia, komunikasi data, internet (MIDI) sebesar Rp8,34 triliun, tumbuh dari Rp7,99 triliun, dan pendapatan telekomunikasi tetap turun dari Rp864,35 miliar menjadi Rp817,59 miliar.
Seiring pendapatan, total beban usaha juga naik sebesar 0,42% dari Rp45,05 triliun menjadi Rp45,24 triliun pada 2025. Meski begitu, laba usaha ISAT tetap tumbuh sekitar 3,97% dari Rp10,84 triliun pada 2024 menjadi Rp11,27 triliun pada 2025.
Emiten beraset Rp118,62 triliun per 31 Desember 2025 ini mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp7,28 triliun pada 2025, meningkat 8,17% dari Rp6,73 triliun pada 2024.
Adapun liabilitas ISAT naik 1,79% dari Rp77,73 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp79,12 triliun per 31 Desember 2025. Sementara total ekuitas ISAT meningkat 7,78% menjadi Rp39,50 triliun per 31 Desember 2025 dari Rp36,65 triliun per 31 Desember 2024.
