Naik Gila-Gilaan, Saham 4 Emiten Langsung Kena Suspensi! Ada Apa?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham empat emiten. Keempat saham itu adalah PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS), PT DCI Indone...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham empat emiten. Keempat saham itu adalah PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Menurut Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A, langkah ini dilakukan sebagai cooling down. Ini karena harga saham keempat emiten tersebut melonjak signifikan dalam waktu singkat.
"Penghentian sementara perdagangan saham dilakukan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan setiap keputusan investasinya," kata Pande. Dalam pengumuman resmi dikutip Selasa (25/2/2025).
Suspensi saham BESS, DCII, dan IKAN berlaku mulai sesi pertama perdagangan saham hari ini, Selasa 25 Februari 2025 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Sementara itu, saham INET dan waran seri I-nya, INET-W, dihentikan perdagangannya di seluruh pasar hingga pengumuman lebih lanjut dari BEI.
BEI mengimbau investor untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk menganalisis kondisi fundamental emiten sebelum kembali melakukan transaksi. Investor yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut bisa mengakses pengumuman resmi melalui website www.idx.co.id.
- Harga Minyak Melonjak, Tren Reli Empat Pekan Bursa Saham Eropa Terhenti
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Samuel Sekuritas Tambah Saham BKSL Lewat Repo Senilai Rp63,42 Miliar
- Harga Minyak Melonjak, Tren Reli Empat Pekan Bursa Saham Eropa Terhenti
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau