Selasa, Januari 20, 2026
27.1 C
Jakarta

Nikkei 225 Bakal Cetak Rekor Baru, Bursa Asia Tetap Tangguh di Tengah Ketegangan Geopolitik

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Rabu pagi (14/1/2026) waktu setempat. Indeks Nikkei 225 Jepang bersiap mencetak rekor tertinggi baru. Sentimen positif ini muncul saat pasar di wilayah tersebut mulai mengabaikan kekhawatiran geopolitik.

Mengutip CNBC International, Nikkei 225 sebelumnya melonjak lebih dari 3% hingga menyentuh rekor tertinggi pada penutupan Selasa. Pasar merespons positif rencana Perdana Menteri Sanae Takaichi. Ia dikabarkan bakal mempercepat pemilihan umum pada Februari mendatang.

Langkah politik ini sangat dinanti oleh para pelaku pasar di Jepang. “Pemilihan ini, jika dilakukan, akan menjadi pertama kalinya Takaichi menghadapi pemilih Jepang dalam sebuah pemilihan,” tulis laporan tersebut.

Data kontrak berjangka menunjukkan pembukaan pasar yang lebih kuat hari ini. Kontrak berjangka Nikkei 225 di Chicago berada pada level 54.045. Sementara itu, kontrak serupa di Osaka berada di angka 53.960. Posisi ini jauh lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di level 53.549,16.

Mata uang yen Jepang juga terpantau melemah hingga melewati angka 159 terhadap dolar AS. Ini merupakan level terendah yen sejak Juli 2024. Pada periode tersebut, otoritas Jepang sempat melakukan intervensi untuk menghentikan kemerosotan nilai mata uangnya.

Penguatan tipis juga terlihat pada bursa Australia. Indeks S&P/ASX 200 naik 0,11% ke posisi 8.810,50. Bursa Hong Kong juga berpotensi dibuka di zona hijau. Kontrak berjangka Hang Seng berada di level 26.920, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 26.848,47.

Kondisi cerah di Asia ini berbanding terbalik dengan bursa Wall Street semalam. Tiga indeks utama Amerika Serikat kompak berakhir di zona merah. Para investor sedang menghadapi volatilitas akibat berbagai proposal yang dilontarkan Presiden Donald Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 0,8% pada perdagangan semalam. S&P 500 juga turun 0,19% karena aksi jual saham JPMorgan meski laporan kinerjanya melampaui ekspektasi. Indeks Nasdaq Composite turut terkoreksi tipis 0,1%.

Hingga saat ini, pasar Asia-Pasifik tampak tetap optimistis menghadapi hari perdagangan baru. Fokus investor beralih dari ketidakpastian geopolitik menuju peluang pertumbuhan ekonomi regional. Indeks KOSPI Korea Selatan berada di posisi 4.692,64, sementara Nifty 50 India di level 25.732,30.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ambisi Trump Beli Greenland Bikin Bursa Eropa Kebakaran, Saham Mewah dan Otomotif Rontok

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kompak memerah pada...

Bursa Asia Melemah, Investor Waspadai Isu Trump dan Data China

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik...

Trump Ancam Tarif 25% ke Eropa, Bursa Saham Dunia Siap-Siap Terguncang

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Pasar saham global bersiap menghadapi guncangan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru