STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026). Investor menyambut positif kabar kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan India. Sentimen ini memicu reli kenaikan di berbagai bursa utama regional.
Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 3,92% ke rekor tertinggi sepanjang masa. Indeks ini berakhir di posisi 54.720,66. Indeks Topix yang lebih luas juga ikut terkerek 3,1% menjadi 3.645,84 pada akhir hari perdagangan.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan Washington dan New Delhi telah mencapai kesepakatan dagang. Trump menyebut Perdana Menteri India Narendra Modi setuju meningkatkan pembelian produk-produk AS. Pengumuman ini disampaikan Trump melalui unggahan di akun Truth Social miliknya.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, India akan segera memotong tarif barang satu sama lain. India juga akan menghentikan pembelian minyak mentah dari Rusia. Sebagai gantinya, India akan membeli lebih banyak minyak dari AS dan berpotensi dari Venezuela.
Kabar ini membuat indeks Nifty 50 India sempat melonjak hampir 5% saat pembukaan pasar. Pada akhir perdagangan, Nifty 50 tercatat naik 2,73%. Sementara itu, indeks BSE Sensex menguat 2,66%.
Bursa Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan dengan kenaikan indeks Kospi hampir 7%. Kospi ditutup pada level 5.288,08. Kenaikan tajam ini sempat memicu penghentian sementara pesanan pembelian atau sidecar.
Saham raksasa teknologi Samsung Electronics melonjak lebih dari 11%. Saham SK Hynix juga melesat lebih dari 9% setelah sempat terpuruk pada hari sebelumnya. MS Hwang, Research Director Counterpoint, memberikan analisanya terkait kondisi ini.
“Meskipun ada volatilitas, alasan ‘beli’ untuk Korea tampaknya tetap utuh karena, pada intinya, kasus bull struktural sekarang berpusat pada siklus memori,” ujar Hwang.
Bursa Australia juga menghijau dengan kenaikan indeks S&P/ASX 200 sebesar 0,89% ke level 8.857,1. Di saat yang sama, bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3.85%. Ini merupakan kenaikan pertama sejak November 2023 karena inflasi yang masih tinggi.
Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia, Andrew Hauser, memberikan komentarnya. Ia menyebut probabilitas penurunan suku bunga dalam waktu dekat “mungkin sangat rendah.”
Di China, indeks CSI 300 naik 1,18% menjadi 4.660,11. Indeks Hang Seng Hong Kong juga menguat tipis 0,22% ke posisi 26.834,77. Investor tetap memantau pergerakan harga emas dan perak yang mulai stabil setelah volatilitas tinggi pekan lalu.
