STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Kamis (22/1/2026). Indeks Nikkei 225 Jepang mencetak sejarah dengan menembus level 58.000 untuk pertama kalinya. Penguatan ini didorong oleh kepercayaan diri investor terhadap stabilitas politik domestik dan agenda ekonomi pemerintah Jepang yang baru.
Mengutip CNBC International, kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilihan Majelis Rendah memicu fenomena “Takaichi trade”. Para pelaku pasar optimis terhadap mandat kuat yang dimiliki pemerintah untuk menjalankan kebijakan ekonomi pro-pasar. Indeks Nikkei 225 sempat menyentuh rekor tertinggi baru sebelum akhirnya ditutup stagnan di level 57.639,84. Indeks Topix yang lebih luas naik 0,7% ke posisi 3.882,16.
Lembaga investasi global GMO memberikan analisanya terkait dampak politik terhadap pasar modal. Kemenangan Takaichi dinilai memberikan kepastian jangka panjang bagi para pemodal dan sektor korporasi.
“Kemenangan telak Takaichi dalam pemilihan cepat memberinya mandat multi-tahun yang luar biasa kuat untuk melaksanakan kebijakan, yang mereka pandang secara luas mendukung pasar dan sektor korporasi Jepang,” tulis analis GMO.
Meski pasar saham melonjak, GMO mengingatkan adanya risiko intervensi mata uang. Langkah tersebut berpotensi diambil pemerintah jika nilai tukar yen mendekati level 160 terhadap USD.
Bursa Asia lainnya juga mengabaikan sentimen negatif dari data tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Data penggajian (payrolls) AS yang lebih kuat dari perkiraan sempat menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Kondisi ini sebelumnya membuat bursa Wall Street memerah pada malam tadi.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 3% ke rekor tertinggi 5.522,27 poin. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga bertambah 1% menjadi 1.125,99. Penguatan ini menjadikan bursa Korea Selatan sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Asia pada perdagangan hari ini.
Bursa Australia turut menghijau dengan indeks S&P/ASX 200 naik 0,32% ke posisi 9.043,5. Di China daratan, indeks Shanghai Composite naik tipis 0,05% ke level 4.134,018. Indeks CSI 300 juga bertambah 0,12% ke posisi 4.719,58.
Namun, tidak semua bursa Asia berakhir di zona hijau. Indeks Hang Seng Hong Kong justru melemah 0,86% dan berakhir di level 27.032,54. Indeks Nifty 50 India juga terkoreksi 0,57% ke posisi 25.807,20.
