Nusa Konstruksi Akhiri Program Buyback Saham di BEI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) mengumumkan, pihaknya telah mengakhir program pembelian kembali (buyback) saham pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) mengumumkan, pihaknya telah mengakhir program pembelian kembali (buyback) saham pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan pada 19 September 2023.
Heru Firdausi Syarif, Direktur Utama DGIK dalam keterangan, Rabu (20/9) menjelaskan, program buyback saham berlangsung tiga bulan. Dalam periode itu, DGIK melakukan pembelian kembali 38.477.100 saham senilai Rp4,35 miliar.
Sebelumnya, dalam laporan keterbukaan informasi ke BEI, pada 19 Juni 2023, manajemen DGIK mengumumkan, telah menyiapkan dana buyback sebesar Rp48,33 miliar. Dana ini digunakan untuk pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 300 juta lembar atau sekitar 5,41% dari saham disetor Perseroan.
Pada perdagangan sesi pertama di BEI, Rabu (20/9) saham DGIK sebesar Rp103, turun Rp1 dibanding penutupan sehari sebelumnya, Untuk periode perdagangan 30 Desember 2022 hingga 19 September 2023, saham DGIK turun 34,96%.
Hingga semester I 2023, DGIK membukukan laba sebesar Rp9,23 miliar. Pada periode sama tahun 2022, Perseroan merugi Rp7,30 miliar. Kendati melaba, pendapatan DGIGK turun 4,76% jadi Rp172,46 miliar pada semester I 2023, dari Rp181,09 miliar pada periode sama 2022. Pendapatan DGIK dari pekerjanaa konstruksi bangunan sebesar Rp8812 miliar dan sipil Rp84,33 miliar.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Market Cap BEI Naik 0,48 Persen Jadi Rp10.923T Dalam Sepekan
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun