STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatat perkembangan pasar obligasi. Hingga 29 Agustus 2025, sudah ada 122 emisi dari 65 penerbit Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) dengan total dana yang berhasil dihimpun Rp138,7 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, di Jakarta, Senin (01/9/2025), menjelaskan masih terdapat 17 emisi dari 14 penerbit yang masuk pipeline obligasi. Rinciannya, 8 perusahaan berasal dari sektor Financials, tiga dari Energy, satu dari Basic Materials, satu dari Infrastructures, dan satu dari Properties & Real Estate.
Komposisinya menunjukkan sektor Financials mendominasi pipeline dengan porsi 50%. Energy serta Properties & Real Estate masing-masing menyumbang 16,7%, Basic Materials 11,1%, dan Infrastructures 5,6%.
Sebelumnya, hingga 15 Agustus 2025, BEI mencatat 15 emisi dari 12 penerbit masih dalam pipeline obligasi. Dari jumlah itu, 7 perusahaan berasal dari sektor keuangan, 2 dari Energy, 2 dari Basic Materials, serta masing-masing 1 dari sektor Properties & Real Estate.
Nyoman menegaskan perkembangan pipeline obligasi terus bergerak dinamis. “Sampai 29 Agustus 2025 terdapat 17 emisi dari 14 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan posisi pertengahan Agustus, sektor Financials masih menjadi motor utama. Namun, proporsi sektor Energy juga meningkat. Sementara Basic Materials turun porsinya dari 31,3% menjadi 11,1%. (Daiz La Ode)
