Obligasi PP Presisi Rp202,98 Miliar Resmi Tercatat di Bursa Efek Indonesia
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Obligasi I Tahap I Tahun 2022 PT PP Presisi Tbk (PPRE) senilai Rp202,98 miliar resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (1/7/2022). Suat utang ini merupakan ba...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Obligasi I Tahap I Tahun 2022 PT PP Presisi Tbk (PPRE) senilai Rp202,98 miliar resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (1/7/2022). Suat utang ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi I PPRE senilai total Rp1 triliun.
Obligasi tersebut terdiri atas seri A senilai Rp102,27 miliar dengan tenor tiga tahun dan bunga 9,50% per tahun. Adapun obligasi Seri B Rp100,70 miliar dengan bunga 10,50% per tahun dan tenor lima tahun.
Dalam rangka penerbitan obligasi ini, PPRE telah memperoleh hasil pemeringkatan atas surat utang kangka panjang idBBB+ (triple B plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
โAlokasi dana sebesar 70% akan digunakan untuk capital expenditure yaitu berupa penambahan peralatan berat untuk menunjang proyek jasa pertambangan serta proyek civil work. Dan sebesar 30% akan digunakan untuk modal kerja Perseroanโ ujar Rully Noviandar, Direktur Utama PPRE, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/7/2022).
Dalam aksi korporasi ini, PPRE menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai Penjamin Pelaksanan Emisi (PPE) atau Joint Lead Underwriter (JLU). Ketiganya adalah PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT CIMB Niaga Sekuritas.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026