Stockwatch.id Versi penuh
Global

Pasar Asia-Pasifik Variatif, Trump Berencana Naikkan Tarif untuk Mobil, Chip, dan Obat

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak variatif pada penutupan perdagangan Rabu sore (19/2/2025) waktu setempat. Investor masih mencermati rencana Presiden AS Donald Trump yang ingi...

Oleh Daiz La Ode 20 Feb 2025 00:03 1 menit baca

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak variatif pada penutupan perdagangan Rabu sore (19/2/2025) waktu setempat. Investor masih mencermati rencana Presiden AS Donald Trump yang ingin menerapkan tarif impor baru sebesar 25% untuk sektor otomotif, semikonduktor, dan farmasi.

Mengutip CNBC International, indeks Shanghai Composite naik 0,81% menjadi 3.351,54. Shenzhen melonjak lebih tinggi, naik 1,46% ke 10.772,65. Kospi Korea Selatan juga menguat 1,7% ke 2.671,52.

Sebaliknya, indeks Nikkei Jepang turun 0,27% ke 39.164,61. Hang Seng Hong Kong melemah tipis 0,14% ke 22.944,24. ASX 200 Australia juga terseret turun 0,73% ke 8.419,2.

Di India, Nifty 50 hampir tak bergerak dengan penurunan kecil 0,05% ke 22.932,9. Sementara itu, indeks Straits Times Singapura naik 0,22% ke 3.934,04.

Rencana tarif baru Trump menambah ketidakpastian di pasar. Investor khawatir kebijakan ini akan mengganggu rantai pasok global, terutama di sektor teknologi dan otomotif.

Topik terkait
Hang Seng Hong Kong Pasar Asia-Pasifik Nikei