Senin, Januari 12, 2026
23.8 C
Jakarta

Pasar Saham Asia Berfluktuasi! Indeks China Naik Tajam, Korea Selatan Tertekan

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada penutupan perdagangan hari Kamis sore (22/1/2025) waktu setempat. Sentimen investor masih campur aduk setelah rilis data ekonomi terbaru dari berbagai negara di kawasan ini. Saham China mencatat kenaikan tajam, sementara Korea Selatan mengalami tekanan cukup besar.

Mengutip CNBC International, indeks CSI 300 di China menguat 1,01% ke 3.835,34. Kenaikan ini terjadi setelah regulator keuangan China meminta lembaga-lembaga besar, seperti reksa dana milik negara dan perusahaan asuransi, untuk membeli lebih banyak saham.

Di sisi lain, Hang Seng di Hong Kong justru melemah 0,65% dan berakhir di level 19.700,56. Investor tampaknya masih berhati-hati meskipun ada dorongan dari regulator China.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,61% ke 8.378,7. Penurunan ini dipicu oleh sentimen global yang negatif dan data ekonomi domestik yang kurang mendukung.

Sementara itu, Jepang mencatat kinerja positif. Indeks Nikkei 225 naik 0,79% ke 39.958,87, didorong optimisme menjelang pertemuan kebijakan Bank of Japan (BOJ). Indeks Topix juga ikut menguat 0,53% ke 2.751,74.

Pasar Korea Selatan masih tertekan. Indeks Kospi anjlok 1,24% ke 2.515,49, sementara Kosdaq turun 1,13% ke 724,01. Pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 1,2% di kuartal terakhir, level terendah sejak pertengahan 2023, semakin membebani pasar saham di negara itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

S&P 500 dan Dow Jones Cetak Rekor Baru, Wall Street Tutup Pekan dengan Gemilang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Ditutup Menguat, Pasar Cermati Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Asia Berakhir Variatif, Saham Pertahanan Hanwha Aerospace Meroket 11%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru